Blogroll

Bahwa Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Barangsiapa mengajarkan suatu ilmu, maka dia mendapatkan pahala orang yang mengamalkannya, tidak mengurangi dari pahala orang yang mengamalkannya sedikitpun".
"Barangsiapa dikehendaki baginya kebaikan oleh Allah, maka Dia akan memberikan PEMAHAMAN AGAMA kepadanya.” (HR. Bukhari no. 71 dan Muslim no. 1037)

Pages

Senin, 13 Juni 2011

Bolehkah KB?





Assalamu alaikum

Ust,sebenarnya bagaimana hukum KB secara moderen, sebagaimana orang umum?bagaimana kalo kita niatkan untuk menjaga jarak. Karena ekonomi keluarga saya masih belum cukup kalo di pakai untuk mengurusi anak yang banyak.anak satu saja kadang masih kurang gimana kalo 2,3 atau lebih. Tapi saya pernah baca ada yang boleh, sebagaimana para imamul umat muhamadiyah dan NU. Tapi kalo menurut wahabi kok di haramkan,kan malah bingung saya.
atas jawabanya trimakasih

-Dhenok aji murti-



Jawab :

الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه ومن والاه، وبعد؛

Wa’alaikum salam



Penggunaan alat kontrasepsi untuk dua kepentingan, yaitu:

1.     Mengatur jarak kelahiran anak untuk maslahat bersama, tanpa ada rasa khawatir dalam hati tentang rizqi anak tersebut. Seperti pernyataan seseorang: saya menggunakan alat ini agar ekonomi mapan dulu, atau pemikiran yang semisal itu.

2.     Membatasi jumlah kelahiran anak.


Jika penggunaan alat kotrasepsi untuk kepentingan yang pertama, maka sebagian besar ulama menghalalkanya dengan syarat tertentu. Sebab jika tidak teratur maka tujuan memperbanyak keturunan yang berkualitas akan terkendala, dalam hal ini Alloh SWT berfirman:


وَلْيَخْشَ الَّذِينَ لَوْ تَرَكُوا مِنْ خَلْفِهِمْ ذُرِّيَّةً ضِعَافًا خَافُوا عَلَيْهِمْ فَلْيَتَّقُوا اللَّهَ وَلْيَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا

Takutlah mereka akan meninggalkan keturunan-keturunan lemah yang mengkhawatirkanya, maka hendaknya mereka bertaqwa dan berkata dengan kata-kata yang benar[1]


Sedang  sebagian ulama yang lain tetap menyatakan apapun alasan kotrasepsi adalah haram, kecuali dalam keadaan darurat medis ataupun yang semisal. Sebab pelakunya telah menyelisihi petunjuk yang diajarkan Rosululloh SAW serta berbuat tabdzir terhadap nikmat keturunan, karena adanya hamba-hamba Alloh yang berharap untuk mendapat keturunan, namun diharamkan Alloh untuk mendapatkanya. Sedang orang yang berbuat tabdzir adalah teman dan pengikut syaitan sebagaimana dalam Qs.Al-Isro’:27.


Adapun ketetapan hukum para ulama ahlussunnah wal jama’ah dari kurun ke kurun hingga saat ini,  pada sebab kedua dari penggunaan alat kontrasepsi yaitu untuk membatasi keturunan, yang diistilahkan dengan keluarga berencana (KB) adalah Haram. Kecuali jika karena darurat medis atau yang semisal.

Sebab program KB hakekatnya adalah program pemangkasan kuantiti generasi muda islam, meskipun mendapatkan legalitas hukum dan fatwa dari ulama setempat, karena dinegeri kafir jutru populasi sangat digalakkan. Disamping itu, program KB merupakan perselisihan dari sunnah Nabi SAW yang menghimbau agar umatnya tidak berbuat ‘azl[2],meskipun tidak melarangnya dengan tegas, dan ‘azl, hakekatnya adalah pembunuhan terselubung dan penguburan calon bayi hidup-hidup.


Istilah wahabi hendaknya agar jangan dipakai, sebab istilah tersebut produk penjajah inggris saat menjajah negeri india yang pada masa itu mereka sangat kesulitan menghadapi jihad kaum muslimin. Maka untuk kepentingan politik memecah-belah kekuatan islam, mereka mengadakan istilah tersebut dan diarahkan pada kelompok yang aktif dalam berjihad melawan inggris serta menjalankan ajaran-ajaran islam sunnah yang dibawa oleh seorang ulama Najd yaitu Muhammad bin Abdul Wahab Attamimy.

Allohu ta’ala a’lam


http://muslimdaily.net/


0 komentar:

Poskan Komentar

Jazakallah