Blogroll

Bahwa Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Barangsiapa mengajarkan suatu ilmu, maka dia mendapatkan pahala orang yang mengamalkannya, tidak mengurangi dari pahala orang yang mengamalkannya sedikitpun".
"Barangsiapa dikehendaki baginya kebaikan oleh Allah, maka Dia akan memberikan PEMAHAMAN AGAMA kepadanya.” (HR. Bukhari no. 71 dan Muslim no. 1037)

Pages

Senin, 13 Juni 2011

Kelantan Perkenalkan Mata Uang Dinar dan Dirham



Sebuah negara bagian di Malaysia mencoba untuk menghidupkan kembali penggunaan emas dan perak, mata uang yang umum dalam masyarakat Islam di masa lalu, yang berbenturan dengan aturan bank sentral negara itu, yang mengatakan hari Jumat bahwa pemerintah daerah tidak punya kewenangan untuk menerbitkan mata uang mereka sendiri.

Dinar emas dan dirham perak memberikan alternatif mata uang Malaysia, ringgit, di negara bagian timur laut Kelantan, yang diatur oleh Partai Islam Pan-Malaysia, sebuah kelompok oposisi konservatif yang mengedepankan aturan keagamaannya dalam pemerintahan.

Dinar emas adalah mata uang resmi dari masyarakat Islam selama berabad-abad. Nilai dari mata uang yang digunakan di Kelantan dapat sedikit berfluktuasi sesuai dengan harga pasar, namun para pejabat mengatakan hal itu tetap merupakan alternatif yang lebih baik ke mata uang ringgit yang dipengaruhi oleh dolar AS dan mata uang asing lainnya.

Pihak pemerintah Kelantan juga mengatakan penggunaan mata uang tersebut dianjurkan dalam Al Qur'an.

Pemerintah negara bagian telah memproduksi uang senilai $ 630.000 untuk penggunaan di sekitar 1.000 outlet di ibukota Kelantan, kata Nik Mahani Mohamad, direktur eksekutif dari Kelantan Golden Trade, yang mencetak mata uang tersebut.

"Ini adalah momen yang sangat bagus bagi umat Islam," kata Nik Mahani. "Kami menyediakan alternatif berarti bagi rakyat untuk perdagangan dengannya."

Koin dirham dan dinar mulai dipasarkan Kamis dan dapat dibeli di berbagai lokasi di Kelantan. Uang tersebut saat memiliki nilai sekitar $ 180 per dinar dan $ 4 per dirham.

Tapi rencana itu mendaptkan penentangan ketika bank sentral Malaysia mengatakan dalam sebuah pernyataan hari Jumat bahwa ringgit merupakan "alat pembayaran yang sah untuk pembayaran barang dan jasa di Malaysia."

Bank sentral  menyatakan "memiliki hak tunggal di bawah hukum untuk menerbitkan mata uang di Malaysia." Saat ini masih belum jelas bagaimana tindakan bank sentral Malaysia mengenai penggunaan dinar dan dirham.

Pemerintah negara bagian juga berencana untuk memberikan karyawan pilihan untuk menerima gaji mereka dalam mata uang ini, serta memperkenalkan emas batangan untuk investasi besar.

Sedekah dan zakat juga dapat dibayar dengan dinar dan dirham tersebut.

Partai Pan-Islam Malaysia telah memerintah di Kelantan sejak tahun 1990. Beberapa kebijakan yang berbasis syariat telah dijalnkan selama bertahun-tahun termasuk melarang perjudian, hiburan malam dan konser musik rock, dan mewajibkan pegawai negeri wanita untuk mengenakan jilbab di tempat kerja.

0 komentar:

Poskan Komentar

Jazakallah