Blogroll

Bahwa Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Barangsiapa mengajarkan suatu ilmu, maka dia mendapatkan pahala orang yang mengamalkannya, tidak mengurangi dari pahala orang yang mengamalkannya sedikitpun".
"Barangsiapa dikehendaki baginya kebaikan oleh Allah, maka Dia akan memberikan PEMAHAMAN AGAMA kepadanya.” (HR. Bukhari no. 71 dan Muslim no. 1037)

Pages

Tampilkan postingan dengan label SMART TEENS. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label SMART TEENS. Tampilkan semua postingan

Minggu, 20 Januari 2013

4 Cara Anti Galau yang Perlu Anda Ketahui

 “Galau!!” merupakan sebuah kata-kata yang sedang naik daun, di mana kata-kata itu menandakan seseorang tengah dilanda rasa kegelisahan, kecemasan, serta kesedihan pada jiwanya. Tak hanya laku di facebook atau twitter saja, bahkan di media televisi pun orang-orang seakan-akan dicekoki dengan kata-kata “galau” tersebut.
Pada dasarnya, manusia adalah sesosok makhluk yang paling sering dilanda kecemasan. Ketika seseorang dihadapkan pada suatu masalah, sedangkan dirinya belum atau tidak siap dalam menghadapinya, tentu jiwa dan pikirannya akan menjadi guncang dan perkara tersebut sudahlah menjadi fitrah bagi setiap insan. 


...Jangankan kita manusia biasa, bahkan Rasulullah pun pernah mengalami keadaan keadaan galau pada tahun ke-10 masa kenabiannya...


Jangankan kita sebagai manusia biasa, bahkan Rasulullah Muhammad shalallahu alaihi wasallam pun pernah mengalami keadaan tersebut pada tahun ke-10 masa kenabiannya. Pada masa yang masyhur dengan ‘amul huzni (tahun duka cita) itu, beliau ditinggal wafat oleh pamannya, Abu Thalib, kemudian dua bulan disusul dengan wafatnya istri yang sangat beliau sayangi, Khadijah bintu Khuwailid.
Sahabat Abu Bakar, ketika sedang perjalanan hijrah bersama Rasulullah pun di saat berada di dalam gua Tsur merasa sangat cemas dan khawatir dari kejaran kaum Musyrikin dalam perburuan mereka terhadap Rasulullah. Hingga turunlah surat At-Taubah ayat 40 yang menjadi penenang mereka berdua dari rasa kegalauan dan kesedihan yang berada pada jiwa dan pikiran mereka. Ini ada 4 tips syari agar tidak galau:
1. Sabar
Hal pertama yang dilakukan oleh Nabi Muhammad ketika menghadapi cobaan yang tiada henti adalah dengan meneguhkan jiwa dalam bingkai kesabaran. Karena dengan kesabaran itulah seseorang akan lebih bisa menghadapi setiap masalah berat yang mendatanginya.
Allah Ta’ala berfirman, “Sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang sabar” (Qs. Al-Baqarah 153).
Selain menenangkan jiwa, sabar juga dapat menstabilkan kacaunya akal pikiran akibat beratnya beban yang dihadapi.
2. Adukanlah semua itu kepada Allah
Ketika seseorang menghadapi persoalan yang sangat berat, maka sudah pasti akan mencari sesuatu yang dapat dijadikan tempat mengadu dan mencurahkan isi hati yang telah menjadi beban baginya selama ini. Allah sudah mengingatkan hamba-Nya di dalam ayat yang dibaca setiap muslim minimal 17 kali dalam sehari:
“Hanya kepada-Mulah kami menyembah, dan hanya kepada-Mulah kami meminta pertolongan” (QS. Al Fatihah 5).
...ketika keluhan itu diadukan kepada Sang Maha Pencipta, maka akan meringankan beban berat yang kita derita...
Mengingat bahwa manusia adalah makhluk yang banyak sekali dalam mengeluh, tentu ketika keluhan itu diadukan kepada Sang Maha Pencipta, maka semua itu akan meringankan beban berat yang selama ini kita derita.
Rasulullah shalallahi alaihi wasallam ketika menghadapi berbagai persoalan pun, maka hal yang akan beliau lakukan adalah mengadu ujian tersebut kepada Allah Ta’ala. Karena hanya Allah lah tempat bergantung bagi setiap makhluk.
3. Positive thinking
Positive thinking atau berpikir positif, perkara tersebut sangatlah membantu manusia dalam mengatasi rasa galau yang sedang menghinggapinya. Karena dengan berpikir positif, maka segala bentuk-bentuk kesukaran dan beban yang ada pada dalam diri menjadi terobati karena adanya sikap bahwa segala yang kesusahan-kesusahan yang dihadapi, pastilah mempunyai jalan yang lebih baik yang sudah ditetapkan oleh Allah Ta’ala. Sebagaimana firman-Nya;
“Karena Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan” (Qs Al-Insyirah 5-6).
4. Dzikrullah (Mengingat Allah)
Orang yang senantiasa mengingat Allah Ta’ala dalam segala hal yang dikerjakan. Tentunya akan menjadikan nilai positif bagi dirinya, terutama dalam jiwanya. Karena dengan mengingat Allah segala persoalan yang dihadapi, maka jiwa akan menghadapinya lebih tenang. Sehingga rasa galau yang ada dalam diri bisa perlahan-perlahan dihilangkan. Dan sudah merupakan janji Allah Ta’ala, bagi siapa saja yang mengingatnya, maka didalam hatinya pastilah terisi dengan ketenteraman-ketenteraman yang tidak bisa didapatkan melainkan hanya dengan mengingat-Nya. 
...Bersabar, berpikir positif, ingat Allah dan mengadukan semua persoalan kepada-Nya adalah solusi segala persoalan...
Sebagaimana firman-Nya:
“Orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah lah hati menjadi tenteram” (Qs Ar-Ra’du 28).
Berbeda dengan orang-orang yang lalai kepada Allah, yang di mana jiwa-jiwa mereka hanya terisi dengan rasa kegelisahan, galau, serta kecemasan semata. Tanpa ada sama sekali yang bisa menenangkan jiwa-Nya.
Tentunya, sesudah mengetahui tentang faktor-faktor yang dapat mengatasi persoalan galau, maka jadilah orang yang selalu dekat kepada Allah Ta’ala. Bersabar, berpikir positif, mengingat Allah, serta mengadukan semua persoalan kepada-Nya merupakan kunci dari segala persoalan yang sedang dihadapi. Maka dari itu, Janganlah galau, karena sesungguhnya Allah bersama kita. 
Referensi: voa-islam.com

Sabtu, 29 Desember 2012

Apa Sih Passion-Purpose Of Life Dalam Islam?

Passion adalah segala hal yang sangat-sangat diminati sehingga tidak pernah terpikir untuk tidak mengerjakannya. Tapi jangan berpikir bahwa passion sama dengan hobby. Memang mirip jika dilihat sekilas, tetapi saya mempunyai anologi bahwa hobby adalah “pekarangannya” dari passion. Daripada kita hanya bermain di “pekarangannya” lebih baik kita masuk ke dalam rumahnya.

Passion adalah anak tangga pertama dalam sebuah perjalanan karir. Dan jangan disamakan pekerjaan dengan karier. Karena pekerjaan adalah alat bantu bagi organisasi untuk mencapai tujuan tertentu bagi masing-masing organisasi dan alat bagi individu untuk terus tumbuh sebagai pribadi dan profesional. Sehingga bisa dikatakan pekerjaan adalah milik perusahaan bukan milik kita. Tetapi karier adalah mengenai diri sendiri. Karier berbicara soal pemenuhan kebahagiaan dan ketercapaian (fulfillment). Ingat ini, siapapun bisa dipecat dari pekerjaan , tetapi tidak mungkin bisa akan dipecat dari carier. (menurut rene)
“Kerja tanpa passion = kerja tanpa karya”
Tanpa memiliki passion, semua aktivitas hanya sekedar untuk pemenuhan kebutuhan minimal memperoleh gaji, pangkat, fasilitas kerja, dan atribut lain. Sehingga tidak ada kesenangan berkarya apalagi  untuk mengembangkan diri. Tidak ada kesenangan melakukan sesuatu yang benar-benar baru dalam kehidupan. Tidak ada kegembiraan untuk selalu memperbaiki diri menjadi lebih baik. Karena semua yang anda lakukan atas nama uang, kebutuhan dunia bahkan nafsu yang menggebu.
Passion dalam islam tidak hanya berbicara tentang kesenangan, kebahagiaan atau ketercapaian karena suatu karier, tetapi lebih dari itu. Ia jauh memperhatikan apakah passion yang saat ini saya “gandrungi” apakah suatu hal yang mempunyai hakikat, manfaat bagi sekitar, mempunyai nilai dan bukan suatu yang sia-sia. Diri andalah yang mampu menjawabnya.
Memang sebaik-baik passion adalah yang tidak sia-sia, bermanfaat serta bernilai ibadah. Sehingga apapun yang kita lakukan akan bernilai ibadah, prinsipnya simple kok, selama apa yang kita kerjakan sesuai dengan tuntunan Al-quran dan sunnah Rasulullah SAW maka apa aja yang kita lakukan akan bernilai ibadah. 
Sebelum melangkah kedepan, temukan dulu purpose of life dari dirimu, dan jawab juga pertanyaan yang mendasar seperti: untuk apa saya hidup, apa kontribusi yang dapat saya lakukan, apa purpose of life saya. Jika anda tidak dapat menjawab pertanyaan tadi dengan baik, maka pikirkanlah sejenak agar kehidupan kita kedepan yang masih sangat panjang ini akan lebih bermanfaat bagi sekitar, umat islam serta agama Allah.
Dan Allah berfirman pada surah Adz-Dzaariyaat: 
“Dan tidak aku jadikan jin dan manusia kecuali hanya untuk beribadah kepada-Ku.”
Dapat ditarik benang merah, bahwa menurut al-Qur’an manusia setidaknya memiliki 3 tujuan dalam hidupnya. Ketiga tujuan tersebut adalah;
1.      Menyembah kepada Allah Swt. (beriman).
2.      Memakmurkan alam semesta untuk kemaslahatan (beramal)
3.      Ketiga, membentuk sejarah dan peradabannya yang bermartabat (berilmu). 
Dengan kata lain, menurut al-Qur’an, tugas atau tujuan pokok hidup manusia dimuka bumi ini sebenarnya sangatlah “sederhana”, yakni menjadi manusia yang “beriman”, “beramal” dan “berilmu”. Tapi beriman disini dalam konteks yang beriman secara “kaffah”, apasih kaffah kafah berarti menyeluruh, sehingga kita masuk, beribadah, memahami islam secara menyeluruh, bukan yang parsial. Sehingga apabila ketiganya dapat berpadu, ketiga tujuan hidup manusia inilah yang menjadikan manusia memiliki eksistensi dan kedudukan yang berbeda dari makhluk Allah lainnya. (M.Aziz)

Sabtu, 01 September 2012

Menikah

Suatu ketika, seorang ikhwan bertanya pada kami:

"Akhi, apabila ana sudah ada target (terhadap seorang akhwat), apa yang mesti ana lakukan?"

Spontan kami menjawab:

"Ya sudah, datangi langsung orang tuanya".

Jawaban terhadap ikhwan tersebut memang terkesan sederhana: mendatangi orang tua. Namun ia butuh penjelasan lebih rinci, diantaranya yakni sejauh mana kesiapan si ikhwan, baik dari segi mental, ilmu dan finansial.

Bicara tentang pernikahan, terlebih untuk kalangan remaja memang masih dipandang tabu dan belum layak untuk diperbincangkan.

Namun pandangan ini perlahan mesti di ubah, karena manakala seorang remaja telah mencapai keadaan baligh serta memiliki ketertarikan terhadap lawan jenis, maka orang tua atau lingkungan mesti mulai mengarahkan pada persiapan dan menyegerakan pernikahan, ini lebih baik daripada ia sampai dijebak oleh lingkungan yang tidak baik, sehingga akan terarahkan pada pacaran yang sudah jelas keharamannya, na'udzubillah.

Seorang Ustadz bahkan pernah berujar pada kami: "Nggak ada yang namanya pernikahan dini, yang ada kita yang menganggapnya dini".

Kami tersentak dengan pernyataan ini, dan dalam hati sepakat terhadap pernyataan beliau.

Dalam lingkungan sekolah, kampus atau organisasi yang melibatkan kaum ikhwan dan akhwat, adakalanya terjadi cinlok alias cinta lokasi. Di satu sisi ini adalah kewajaran sebagai fitrah insan, namun di sisi lain hal ini bisa muncul sebab kurang bisanya kedua pihak mengontrol interaksi satu sama lain.

Manakala kebanyakan kita sekarang menganggap nikah muda sebagai suatu keanehan, maka dipopulerkan-lah istilah pacaran oleh musuh-musuh Islam, yang kini dianggap sebagai keharusan bagi para remaja. Padahal ulama sejagat telah menyepakati bahwa pacaran sebelum pernikahan ialah haram.

Lalu, jika suatu hal yang haram dianggap wajar, maka mengapa sebuah kehalalan (yakni pernikahan) dianggap aneh?

Inilah pemikiran yang mesti kita tinjau ulang.

Pernah kami mendengar perkataan seorang Ustadz. Dalam sebuah forum beliau menyatakan bahwa apabila sepasang remaja yang belum menikah didapati berzina, ini ialah aib bagi mereka, keluarganya dan lingkungan. Sebaliknya apabila ada sepasang remaja yang berani menikah, maka marwah mereka mesti diangkat dan di puji, karena mereka telah menunjukkan komitmen untuk menjaga diri dan agama.

Maka, para remaja atau pemuda yang belum menikah yang sedang membaca tulisan ini mesti berpikir ulang: apakah menunggu sukses dulu baru menikah, atau ingin menyegerakan pernikahan?

Kalau ingin segera, maka persiapannya juga disegerakan.

Kembali pada si ikhwan diatas, sejujurnya kami senang dengan pertanyaannya. Karena bermakna, ia punya niat baik untuk menyempurnakan agama dan menjaga dirinya. Semoga Allah menyegerakan pernikahanmu, saudaraku.


Muhammad Hidayat
Ketikan dalam Perjalanan HTH, Senin/09 Syawal 1433 H – 27 Agustus 2012
Eramuslim.com

Jumat, 04 Mei 2012

Mengapa Aku Harus Menikahimu?

Ini adalah kisah seorang pemuda tampan yang shalih dalam memilih calon istri, kisah ini tak bisa dipastikan fakta atau tidak, namun semoga pelajaran yang ada didalamnya dapat bermanfaat bagi kita semua, terutama Muslimah yang belum menikah semoga menjadi renungan.
Ia sangat tampan, taat (shalih), berpendidikan baik, orangtuanya menekannya untuk segera menikah.
Mereka, orangtuanya, telah memiliki banyak proposal yang datang, dan dia telah menolaknya semua. Orangtuanya berpikir, mungkin saja ada seseorang yang lain yang berada di pikirannya.
Namun setiap kali orangtuanya membawa seorang wanita ke rumah, pemuda itu selalu mengatakan “dia bukanlah orangnya!”
Pemuda itu menginginkan seorang gadis yang relijius dan mempraktekkan agamanya dengan baik (shalihah). Suatu malam, orangtuanya mengatur sebuah pertemuan untuknya, untuk bertemu dengan seorang gadis, yang relijius, dan mengamalkan agamanya. Pada malam itu, pemuda itu dan seorang gadis yang dibawa orangtuanya, dibiarkan untuk berbicara, dan saling menanyakan pertanyaan satu sama lainnya, seperti biasa.
Pemuda tampan itu, mengizinkan gadis itu untuk bertanya terlebih dahulu.
Gadis itu menanyakan banyak pertanyaan terhadap pemuda itu, dia menanyakan tentang kehidupan pemuda itu, pendidikannya, teman-temannya, keluarganya, kebiasaannya, hobinya, gaya hidupnya, apa yang ia sukai, masa lalunya, pengalamannya, bahkan ukuran sepatunya…
Si pemuda tampan menjawab semua pertanyaan gadis itu, tanpa melelahkan dan dengan sopan. Dengan tersenyum, gadis itu telah lebih dari satu jam, merasa bosan, karena ia sedari tadi yang bertanya-tanya, dan kemudian meminta pemuda itu, apakah ia ingin bertanya sesuatu padanya?
Pemuda itu mengatakan, baiklah, Saya hanya memiliki 3 pertanyaan. Gadis itu berpikir girang, baiklah hanya 3 perntanyaan, lemparkanlah.
Pemuda itu menanyakan pertanyaan pertama:
Pemuda: Siapakah yang paling kamu cintai di dunia ini, seseorang yang dicintai yang tidak ada yang akan pernah mengalahkannya?
Gadis: Ini adalah pertanyaan muda, ibuku. (katanya sambil tersenyum)
Pertanyaan ke-2
Pemuda: Kamu bilang, kamu banyak membaca Al-Qur’an, bisakah kamu memberitahuku surat mana yang kamu ketahui artinya?
Gadis: (Mendegar itu wajah si Gadis memerah dan malu), aku belum tahu artinya sama sekali, tetapi aku berharap segera mengetahuinya insya Allah, aku hanya sedikit sibuk.
Pertanyaan ke-3
Pemuda: Saya telah dilamar untuk menikah, dengan gadis-gadis yang jauh lebih cantik daripada dirimu, Mengapa saya harus menikahimu?
Gadis: (Mendengar itu si Gadis marah, dia mengadu ke orangtuanya dengan marah), Aku tidak ingin menikahi pria ini, dia menghina kecantikan dan kepintaranku. 
Dan akhirnya orangtua si pemuda sekali lagi tidak mencapai kesepakatan menikah. Kali ini orangtua si pemuda sangat marah, dan mengatakan “mengapa kamu membuat marah gadis itu, keluarganya sangat baik dan menyenangkan, dan mereka relijius seperti yang kamu inginkan. Mengapa kamu bertanya (seperti itu) kepada gadis itu? beritahu kami!”.
1. Pemuda itu mengatakan, Pertama aku bertanya kepadanya, siapa yang paling kamu cintai? dia menjawab, ibunya. (Orangtuanya mengatakan, “apa yang salah dengan itu?”) pemuda itu menjawab, “Tidaklah dikatakan Muslim, hingga dia mencintai Allah dan RasulNya (shalallahu’alaihi wa sallam) melebihi siapapun di dunia ini”. Jika seorang wanita mencintai Allah dan Nabi (shalallahu’alaihi wa sallam) lebih dari siapapun, dia akan mencintaiku dan menghormatiku, dan tetap setia padaku, karena cinta itu, dan ketakutannya kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, dan kami akan berbagi cinta ini, karena cinta ini adalah yang lebih besar daripada nafsu untuk kecantikan.
2. Pemuda itu berkata, kemudian aku bertanya, kamu banyak membaca Al-Qur’an, dapatkan kamu memberitahuku arti dari salah satu surat? dan dia mengatakan tidak, karena belum memiliki waktu. Maka aku pikir semua manusia itu mati, kecuali mereka yang memiliki ilmu. Dia telah hidup selama 20 tahun dan tidak menemukan waktu untuk mencari ilmu, mengapa Aku harus menikahi seorang wanita yang tidak mengetahui hak-hak dan kewajibannya, dan apa yang akan dia ajarkan kepada anak-anakku, kecuali bagaimana untuk menjadi lalai, karena wanita adalah madrasah (sekolah) dan guru terbaik. Dan seorang wanita yang tidak memiliki waktu untuk Allah, tidak akan memiliki waktu untuk suaminya.
3. Pertanyaan ketiga yang aku tanyakan kepadanya, bahwa banyak gadis yang lebih cantik darinya, yang telah melamarku untuk menikah, mengapa Aku harus memilihmu? itulah mengapa dia mengadu, marah. (Orangtua si pemuda mengatakan bahwa itu adalah hal yang menyebalkan untuk dikatakan, mengapa kamu melakukan hal semacam itu, kita harus kembali meminta maaf). Si pemuda mengatakan bahwa Nabi (shalallahu’alaihi wa sallam) mengatakan “jangan marah, jangan marah, jangan marah”, ketika ditanya bagaimana untuk menjadi shalih, karena kemarahan adalah datangnya dari setan. Jika seorang wanita tidak dapat mengontrol kemarahannya dengan orang asing yang baru saja ia temui, apakah kalian pikir dia akan dapat mengontrol amarah terhadap suaminya??
Pelajaran akhlak dari kisah tersebut adalah, pernikahan berdasarkan:
- Ilmu, bukan hanya penampilan (kecantikan)
- Amal, bukan hanya berceramah atau bukan hanya membaca
- Mudah memaafkan, tidak mudah marah
- Ketaatan/ketundukan/keshalihan, bukan sekedar nafsu
Dan memilih pasangan yang seharusnya:
- Mencitai Allah lebih dari segalanya
- Mencintai Rasulullah (shalallahu ‘alai wa sallam) melebihi manusia manapun
- Memiliki ilmu Islam, dan beramal/berbuat sesuai itu.
- Dapat mengontrol kemarahan
- Dan mudah diajak bermusyawarah, dan semua hal yang sesuai dengan ketentuan Syari’at Islam.
Rasulullah shalalahu ‘alaihi wa sallam bersabda yang artinya:
“Wanita dinikahi karena empat hal, [pertama] karena hartanya, nasabnya, kecantikannya, dan agamanya. Carilah yang agamanya baik, jika tidak maka kamu akan tersungkur fakir”. (HR. Bukhori no. 5090, Muslim no. 1466)

Senin, 10 Oktober 2011

Emang Ada ?!Pacaran Islami


(hee.. emang ada ya hare gene yang nggak ngeh apa itu pacaran), itu tuh, cowok ama cewek yang saling tertarik, trus mengikat janji sehidup semati, alah, ...kaya` udah jadi suami istri ajah.
Fiuhhh, ngemengin tentang cinta emang nggak da matinya, pasti semua bakalan cling deh semangatnya. Termasuk yang baca kali`, heee.... Virus cinta emang sudah melanda siapa aja yang berjudul manusia yang punya rasa cinta dan kasih sayang.
Nah, Nah cilakanya, tren pacaran udah kya sante ajah tuh ditanggapi ama orang- orang sekitar kita, walopun anak ato tetangga mereka tuch belon pada nikah. Dalam pikiran mereka, yaah wajar laah, namanya juga remaja. Tren nya pun macem- macem, Dari mulai yang backstreet, karena takut ketahuan sama ortu, sampai yang berani tanpa tedeng aling-aling. Mulai cuma jalan berdua sambil pegangan tangan, pokoknya kumplit dari mulai level beginner, intermediate, ampe yang master banget.
Nah, masalahnya ada beberapa may be dari kamu yang udah tau kalo pacaran adalah nggak boleh, cuman masih pada ngeles dengan bilang en ngasih lebel hubungan mereka dengan `pacaran islami`.
Hee.. lucu ya? emang!!.
Tapi kamu ngakuin ato nggak, bahkan hati kamu lebih dari tau kalo semua tuh sebenarnya cuman sekedar kya upaya buat melegalkan aktivitas baku syhawat  ce co non mahram. Artinya kamu pengen Islam, tapi pengen pacaran juga? ada-ada saja!
Pren, dalam islam tuh nggak ada istilah pacaran, alias hubungan dekat ampe yang begituh- begituh ( Jadi nggak enak nyebutinnya nich) kalo kamu belum nikah. Maksiat is maksiat. en tentu ajah dosa.
Jangan dikira ye, karena kamu bilang toh aktivitas pacaran kamu nggak sebrutal yang laen- laen. Kan aku pacarannya tetep pake jilbab, dia kan juga pake baju koko dan berjenggot, trus kan juga mojoknya di masjid. Mangkanya disebut pacaran Islami en kali ajah malaikatnya amnesia gituh nulis di catetan dosanya. Heleh.. yang bener ajah mamen. dikau telah salah besar kisanak!!
Pren, gimana kalo kita lebih belajar lagi soal aturan Allah subhanahu wata`ala. biar entar, jangan sampai aktivitas maksiat berubah jadi halal soalnya gara-gara pake embel-embel Islam. Nggak bisa plus nggak bener tuh. Nah kalo gini ya ceritanya, kan kita pada tau tuh kalo daging babi adalah haram, trus kalo ada yang nyembelihnya nyebut nama Allah bakal jadi halal gituh, en disebut daging babi islami? Ya nggak laaaaah!!
So, nggak ada istilah pacaran islami, pren. Dosa is tetep dosa. Kali kita nganggap semua itu pacaran islami karena semangat kita gedhe tentang islam tapi miskin ilmu tentang islam itu sendiri. Jangan salah, yang kya gini juga bahaya loh. Bukan apa-apa, mencintai Islam nggak cukup modal semangat yang menyala. Ilmunya juga kudu dipelajari. Nah biar kamu jadi sayang en ngerti islam, mangkanya kudu tuh yang namanya kenalan dulu. Kan nggak kenal maka nggak sayang toh. En supaya kamu semua bisa sayang, bahkan ikut ngebelain kalo ada orang yang berusaha memadamkan cahaya Islam, salah satunya ya kudu belajar ilmu islam tadi.
Kalo kamu ngaku muslim, so pasti ada konsekwensinya dunk. salah satunya aja, ngejaga diri biar nggak nodain Islam dengan kreativitas aktivitas maksiat, ya kya `pacaran islami` tadi contohnya.
Kalo kamu dilanda cinta, kan nggak mesti diwujudkan dalam bentuk pacaran. InsyaAllah masih banyak cara laen yang lebih di ridhoin sama Allah. Entar, sabar..kalo dah abies ijab kabul. Kan Kamu muslim...kan?

Dia Sahabat Terbaik Kamu?


Yakin dia teman baikmu?
Temen, sohib, karib, sahabat ato apalah namanya, pasti dah jadi bagian dari kehidupan kita sehari- hari. bayangin aja kalo idup tanpa mereka, dunia bakal terasa garing banget plus sepi. 
bgaul itu dah jadi kodrat manusia kali`. Nggak da manusia yang nggak btuh orang laen. Yang dah mati aja pasti masih butuh orang laen buat ngebawa dia. kan nggak lucu juga kalo doi bakal jalan sendiri ke kuburan, ya toh?. Yups, so nggak di sangkal lagi kalo Bgaul itu naluri dari lair  manusia. Tapi.. nah niy masalahnya, yang perlu kita waspadai yaitu dengan siapa kita gaul? apa iya sih kita kudu milih teman?
pertemanan itu ada tingkatan lepelnya juga. may be cuman sekedar kenalan, trus ada yang teman biasa seperti teman maen, atau temen kelas. Ada juga teman yang lumayan dekat soalnya kita biasa ketemu atau malah curhat sama dia.  yang ini nih yang biasa kita sebut dengan temen gaul. En yang terakhir, yang porsinya lebih deket lagi, yaitu yang biasa kita sebut sahabat. 
Apa kamu pernah denger salah satu nasehat dari ortu, yaitu kalo `Bteman jangan suka milih-milih`. Biasanya sih tuh kalimat sasarannya  adalah buat  yang pada sombong, en maunya bgaul ma yang selevel ajah. Nah paas bener tuh sama yang di sabdakan nabi kalo definisi "Sombong adalah menolak kebenaran dan meremehkan manusia." (HR. Muslim). Emang, siapapun pasti nggak bakalan nyaman begaul ma teman yang hobinya ngerendahin orang kan. 
Trus kalo soal milih temennya sendiri, pada prakteknya dalam bgaul kita juga kudu seleksi tuh teman- teman. Cuman kriterianya ajah yang kudu pas, yaitu kriteria atawa syarat- syarat yang bakal bisa nuntun kita jadi anak yang baik, syukur- syukur bisa lebih baek dari sekarang. 
trus gimana apa aja sih kriteria yang bisa ngejadiin kita rmaja yang baek? Pastinya, kriteria yang bdasarkan pada kebaikan. Maksudnya, teman yang kita pilih harusnya mereka yang akhlaknya baek, jujur, rajin belajar, gemar menabung, dll, dsb. 
Karena ibarat virus, kebaikan atupun kejelekan temen kita itu bakal menular ke kita. nggak sedikit loh contohnya, temen kita yang tadinnya alim, gara- gara salah salah gaul jadi suka ngerokok awalnya, trus lama- lama eh nggak taunya sekarang bermetamorfosis jadi bandar, astagfirullah. 
Maka itu, kita kudu ingeeet baek- baek pesan Rasulullah, yang manteb niy, cekidot yach...
“Seseorang yang duduk (berteman) dengan orang sholih dan orang yang jelek adalah bagaikan berteman dengan pemilik minyak misk dan pandai besi. Jika engkau tidak dihadiahkan minyak misk olehnya, engkau bisa membeli darinya atau minimal dapat baunya. Adapun berteman dengan pandai besi, jika engkau tidak mendapati badan atau pakaianmu hangus terbakar, minimal engkau dapat baunya yang tidak enak.” (HR. Bukhari no. 2101, dari Abu Musa)
Dalam hadits lain Rasulullah bersabda: “Seseorang akan mencocoki kebiasaan teman karibnya. Oleh karenanya, perhatikanlah siapa yang akan menjadi teman karib kalian”. (HR. Abu Daud no. 4833, Tirmidzi no. 2378, Ahmad 2/344, dari Abu Hurairah)
Trus juga, Imam Al Ghozali rahimahullah mengatakan, “Bersahabat dan bergaul dengan orang-orang yang pelit, akan mengakibatkan kita tertular pelitnya. Sedangkan bersahabat dengan orang yang zuhud, membuat kita juga ikut zuhud dalam masalah dunia. Karena memang asalnya seseorang akan mencontoh teman dekatnya.” (Tuhfatul Ahwadzi, 7/42)
Ali bin Abi Thalib ra berkata, “Hati-hatilah kalian dalam memilih teman, sesungguhnya teman adalah bekal di dunia dan akhirat.”
Saran deh ya, Kalo ada ekskul Rohis  di skul kamu, jangan buru- buru alergi dah. Tuh justru kesempatan buat kamu supaya ngerti jalan idup yang bener kya gimana. asli` deh, bakal banyak sifat baik di komunitas ini yang bisa kamu jadiin contoh. Orang- orang yang sholeh, bakal dengan tangan terbuka nrima kamu, apa adanya. Catat ye, apa adanya. nggak pke pra syarat cuy.  Malah kalo bisa kalo kamu belum tau, mereka insyaAllah bakal nunjukin kamu ke arah yang bener. Karena insyaAllah mereka dah pada ngerti, kalo mukmin itu bersaudara. En ukhuwah Islamiyah itu adalah karena Allah swt. 
Deket ma orang sholeh tuh bakalan adem boss. Kalo nggak percaya, cari aja deh tandingannya di luar yang bisa ngebuat batin kamu adem, pasti nggak bakal sedahsyat kalo lagi gaul ma mereka. Soalnya tujuan persahabatan yang ada, juga karena Allah aja. Apa adanya, bukan ada apanya. Kan bakal enak tuh kalo pas iman kita turun, eh ada sahabat yang ngingetin kita, trus akirnya kita yang melenceng jadi lurus lagi. berkah bener kan berteman karena Allah aja. Selanjutnya, simak baek baek yang ni...
Sebuah hadist dari Umar bin Khattab, diriwayatkan oleh Ibnu Abdil Bar dalam at-Tamhid, Rasulullaah Shalallaahu ‘alaihy wasallam bersabda: "Allah mempunyai hamba-hamba yang bukan nabi & bukan syuhada, tapi para nabi & syuhada tertarik oleh kedudukan mereka di sisi Allah. Para sahabat berkata, "Wahai Rasulullah, siapa mereka & bagaimana amal mereka? Semoga saja kami bisa mencintai mereka." Rasulullaah saw bersabda, "Mereka adalah suatu kaum yang saling mencintai dengan karunia dari Allah. Mereka tidak memiliki hubungan nasab & tidak memiliki harta yang mereka kelola bersama. Demi Allah mereka adalah cahaya & mereka kelak akan ada di atas mimbar-mimbar dari cahaya. Mereka tidak merasa takut ketika banyak manusia merasa takut.Mereka tidak bersedih ketika banyak manusia bersedih" Kemudian Rasulullaah saw membacakan firman Allah: "Ingatlah, sesungguhnya wali-wali Allah itu, tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati" (TQS Yunus :62)
Trus Allah Subhanahu wata`ala juga sudah menjelaskan gimana keadaan orang-orang yang salah gaul di Al-Qur'an. cekidot nich...
”Pada hari ketika muka mereka dibolak-balikkan dalam neraka, mereka berkata: "Alangkah baiknya, andaikata kami ta`at kepada Allah dan ta`at (pula) kepada Rasul". Dan mereka berkata: "Ya Tuhan kami, sesungguhnya kami telah menta`ati pemimpin-pemimpin dan pembesar-pembesar kami, lalu mereka menyesatkan kami dari jalan (yang benar). Ya Tuhan kami, timpakanlah kepada mereka azab dua kali lipat dan kutuklah mereka dengan kutukan yang besar".(QS AlAhzab ayat 66-68)
Fiuuhhh... ternyata temen juga bisa nyumbangin pencatatan sejarah idup kita bro. mangkanya, mumpung masih muda kudu pinter- pinter pilaih en pilah temen.  buat kita yag muda ada peluang yang besar loh buat ngedapetin naungan di akhirat,di mana saat tuch nggak bakal ada naungan kecuali dari Allah swt. Abu Hurairah r.a. mengatakan bahwa Nabi Saw bersabda, ada 7 kategori orang yang mendapat naungan Allah di hari kiamat. Salah satunya yaitu pemuda yang menyibukkan diri dengan beribadah kepada Allah swt. Kategori lainnya yaitu dua orang yang saling mencintai karena Allah Subhanahu wa Ta’ala, berkumpul dan berpisah karena Allah pula.
yah emang siy, no body`s perfect gituh. jangan- jangan tar baek tapi kekurangan dia yang laen malah nyiksa kita, nah lo bgimana tuh?. kalo mang gitu masalahnya, pokoknya yang kudu kita ingat cuman satu, kalo idup cuman satu kali, en jangan ampe salah buat pilihan salah satunya tentang milih temen, Dan siapapun mereka, yang pasti mereka bisa membawa kita lebih dekat dengan Allah subhanahu wata`ala. itu kuncinya  pren. Ok, good luck ya buat memilih en memilah temannya, smoga pilihan kamu kali ini en sterusnya nggak salah lagi yach. aamiin. 
(Syahidah/Voa-islam.com)
Bgaul itu dah jadi kodrat manusia. Nggak da manusia yang nggak btuh orang laen. Yang dah mati aja pasti masih butuh orang laen buat ngebawa dia. Kan nggak lucu juga kalo doi bakal jalan sendiri ke kuburan, ya toh?. So, nggak di sangkal lagi kalo bgaul itu naluri dari lahir manusia. Tapi.. nah niy masalahnya, yang perlu kita waspadai yaitu dengan siapa kita gaul? Apa iya sih kita kudu milih teman?
Pertemanan itu ada tingkatan lepelnya juga. May be cuman sekedar teman kenalan, trus ada yang teman biasa seperti teman maen, atau temen kelas, dll. Ada juga teman yang lumayan dekat gara- gara kita biasa ketemu atau malah curhat sama dia. Yang ini nih yang biasa kita sebut dengan temen gaul. En yang terakhir, yang porsinya lebih deket lagi, yaitu yang biasa kita sebut sahabat. 
Apa kamu pernah denger salah satu nasehat dari ortu, yaitu kalo `Bteman jangan suka milih-milih` ? Biasanya sih tuh kalimat sasarannya  adalah buat  yang pada sombong, en maunya bgaul ma yang selevel ajah. Nah paaas bener tuh sama yang di sabdakan nabi kalo definisi "Sombong adalah menolak kebenaran dan meremehkan manusia." (HR. Muslim). Emang, siapapun pasti nggak bakalan nyaman begaul ma teman yang hobinya ngerendahin orang kan. 
Trus kalo soal milih temennya sendiri, pada prakteknya dalam bgaul kita juga kudu seleksi tuh teman- teman loh ternyata. Cuman kriterianya ajah yang kudu pas, yaitu kriteria atawa syarat- syarat yang bakal bisa nuntun kita jadi remaja yang baik, syukur- syukur bisa lebih baek dari sekarang. 
Trus apa aja sih kriteria yang bisa ngejadiin kita remaja yang baek? Pastinya, kriteria yang bdasarkan pada kebaikan. Maksudnya, teman yang kita pilih harusnya mereka yang akhlaknya baek, jujur, rajin belajar, gemar menabung, hee...dll, dsb. 
Sirius nih ya, ibarat virus penyakit, kebaikan ato kejelekan temen kita itu bakal menular ke kita. Nggak sedikit loh contohnya, temen kita yang tadinya alim, gara- gara salah salah gaul jadi suka ngerokok awalnya, trus lama- lama eh nggak taunya sekarang bermetamorfosis jadi bandar narkoba, Astagfirullah. 
Maka itu, kita kudu ingeeet baek- baek pesan Rasulullah yang manteb niy, cekidot yach...
“Seseorang yang duduk (berteman) dengan orang sholih dan orang yang jelek adalah bagaikan berteman dengan pemilik minyak misk dan pandai besi. Jika engkau tidak dihadiahkan minyak misk olehnya, engkau bisa membeli darinya atau minimal dapat baunya. Adapun berteman dengan pandai besi, jika engkau tidak mendapati badan atau pakaianmu hangus terbakar, minimal engkau dapat baunya yang tidak enak.” (HR. Bukhari no. 2101, dari Abu Musa)
Trus juga, di hadits lain Rasulullah bersabda: “Seseorang akan mencocoki kebiasaan teman karibnya. Oleh karenanya, perhatikanlah siapa yang akan menjadi teman karib kalian”. (HR. Abu Daud no. 4833, Tirmidzi no. 2378, Ahmad 2/344, dari Abu Hurairah)
Lanjut!! Imam Al Ghozali rahimahullah mengatakan, “Bersahabat dan bergaul dengan orang-orang yang pelit, akan mengakibatkan kita tertular pelitnya. Sedangkan bersahabat dengan orang yang zuhud, membuat kita juga ikut zuhud dalam masalah dunia. Karena memang asalnya seseorang akan mencontoh teman dekatnya.” (Tuhfatul Ahwadzi, 7/42)
Ali bin Abi Thalib ra berkata, “Hati-hatilah kalian dalam memilih teman, sesungguhnya teman adalah bekal di dunia dan akhirat.”
Saran deh ya, Kalo ada ekskul Rohis di skul ato lingkungnan kamu, jangan buru- buru alergi dah. Tuh justru kesempatan buat kamu supaya ngerti jalan idup yang bener kya gimana. Asli` deh, bakal banyak sifat baik di komunitas ini yang bisa kamu jadiin contoh. Orang- orang yang sholeh, bakal dengan tangan terbuka nrima kamu, apa adanya. Catat ye, apa adanya. Nggak pke pra syarat apapun cuy.  Malah kalo bisa kalo kamu belum tau, mereka insyaAllah bakal nunjukin kamu ke arah yang bener. Karena insyaAllah mereka dah pada ngerti, kalo mukmin itu bersaudara. En ukhuwah Islamiyah itu adalah karena Allah swt. 
Deket ma orang sholeh tuh bakalan adem boss. Kalo nggak percaya, cari aja deh tandingannya di luar yang bisa ngebuat batin kamu adem, pasti nggak bakal sedahsyat kalo lagi gaul ma mereka. Soalnya tujuan persahabatan yang ada, juga karena Allah aja. Apa adanya, bukan ada apanya. Kan bakal enak tuh kalo pas iman kita turun, eh ada sahabat yang ngingetin kita, trus akirnya kita yang melenceng jadi lurus lagi. Berkah bener kan berteman karena Allah aja? Selanjutnya, simak baek baek yang ni...
Sebuah hadist dari Umar bin Khattab, diriwayatkan oleh Ibnu Abdil Bar dalam at-Tamhid, Rasulullaah Shalallaahu ‘alaihy wasallam bersabda: "Allah mempunyai hamba-hamba yang bukan nabi & bukan syuhada, tapi para nabi & syuhada tertarik oleh kedudukan mereka di sisi Allah. Para sahabat berkata, "Wahai Rasulullah, siapa mereka & bagaimana amal mereka? Semoga saja kami bisa mencintai mereka." Rasulullaah saw bersabda, "Mereka adalah suatu kaum yang saling mencintai dengan karunia dari Allah. Mereka tidak memiliki hubungan nasab & tidak memiliki harta yang mereka kelola bersama. Demi Allah mereka adalah cahaya & mereka kelak akan ada di atas mimbar-mimbar dari cahaya. Mereka tidak merasa takut ketika banyak manusia merasa takut.Mereka tidak bersedih ketika banyak manusia bersedih" Kemudian Rasulullah saw membacakan firman Allah: "Ingatlah, sesungguhnya wali-wali Allah itu, tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati" (TQS Yunus :62)
Trus、Allah Subhanahu wata`ala juga sudah menjelaskan gimana keadaan orang-orang yang salah gaul di Al-Qur'an. Cekidot nich...
”Pada hari ketika muka mereka dibolak-balikkan dalam neraka, mereka berkata: "Alangkah baiknya, andaikata kami ta`at kepada Allah dan ta`at (pula) kepada Rasul". Dan mereka berkata: "Ya Tuhan kami, sesungguhnya kami telah menta`ati pemimpin-pemimpin dan pembesar-pembesar kami, lalu mereka menyesatkan kami dari jalan (yang benar). Ya Tuhan kami, timpakanlah kepada mereka azab dua kali lipat dan kutuklah mereka dengan kutukan yang besar".(QS AlAhzab ayat 66-68)
Fiuuhhh... ternyata temen juga bisa nyumbangin pencatatan sejarah idup kita bro. Mangkanya, mumpung masih muda, kudu pinter- pinter pilih en pilah temen.  Soalnya bakal ada peluang yang besar loh buat ngedapetin naungan di akhirat,di mana saat tuch nggak bakal ada naungan kecuali dari Allah swt. Abu Hurairah r.a. mengatakan bahwa Nabi Saw bersabda, ada 7 kategori orang yang mendapat naungan Allah di hari kiamat. Salah satunya yaitu pemuda yang menyibukkan diri dengan beribadah kepada Allah swt. Kategori lainnya yaitu dua orang yang saling mencintai karena Allah Subhanahu wa Ta’ala, berkumpul dan berpisah karena Allah pula.
Yah emang siy, no body`s perfect gituh. May be pikiran dari salah satu kalian bilang, jangan- jangan tar baek tapi kekurangan dia yang laen malah nyiksa kita, nah lo bgimana tuh?. Kalo mang gitu masalahnya, pokoknya yang kudu kita ingat cuman satu, kalo idup cuman satu kali pren, en jangan ampe salah buat pilihan salah satunya tentang milih temen. Dan siapapun mereka, yang pasti mereka bisa membawa kita lebih dekat dengan Allah subhanahu wata`ala. Itu aja kuncinya  pren.
So, good luck buat kamu yang pengen ngedapetin temen en memilih memilah teman, smoga pilihan kamu kali ini en sterusnya nggak salah lagi yach. aamiin.

Rabu, 14 September 2011

Superhero,Akulah Sang Jagoan !!


Pernah nggak liat orang yang perawakannya, sangar. Matanya melotot en nggak bisa merem. Mencorong. Persis lampu petromak yang baru dikompa pake lampu baru. Dadanya turun naek. Mungkin kalo ada telor ceplok ditaruh diatasnya, langsung pada mateng, soalnya jiwanya panas membawa, hee...Kepelan tangannya juga gak brenti-brenti. Soal beklai itu jadi makanan seari-ari. Skali orang bikin ribut ma dia, beeeuuh  gasak abiees.....
Wataaauuu!!!........
Tinggal pilih ajah, UGD apa kuburan. Wihh sadizz!!
Dia ngakunya jagoan nggak kenal takut. Jam terbang bertarung en area eksperimen tawuran udah tingkat tinggi bang bro. Liat noh kumisnya baplang. Badannya tinggi gede. Kalo cuman dikerubutin dua orang mah kecil.  (Tapi kalo lebih dari itu,  ya keder juga kali`, hee..). Nggak cuman tuh, liat noh CV nya, motto hidup `senggol bacok`, `ngebut benjut` ato kalo nggak "Lu asik gue santai, lu usik gue bantai".
Ya tapi gitu dee...Buat dia sih kya gitu udah yang paling gaya abiez tuh, padahal buat yang nonton mah alisnya udah naik turun ajah mereka, sambil ngebatin, `Ya Allah Ya karim, ksian amat idupmu mamen. Mo tampil en di hormatin ajah ampe dibela-belain ampe btingkah konyol kya gituh. Belon lagi yang pada pake jurus kekebalan. Ktanya biar tahan dibacok, nggak nembus peluru, dll dsb. Alhasil, jimat- jimat pun bersliweran dimana- mana, yang bahan- bahannya terdiri dari segala bawa merah pula di ronce lah, plus sedikit kayu manies lah. Ya Allah dah kya mau buat kolak buat takjil ajah ya.
Coba deh, buat kamu- kamu yang merasa jadi tersangka dari kriteria diatas, break aja barang bentaran, en kasihani idup kamu sendiri atu menit ajah.
Emang kamu nggak kenal kah arti kasih sayang sampe yang ada dipikiran cuman sekedar kekerasan? Ato jangan- jangan ini adalah cara tercerdas yang kamu punya untuk menyelesaikan masalah, yaitu dengan kekerasan? Kalo bukan, coba cek level kesabaran kamu, jangan- jangan ukurannya masih lebih dalem sungai ciliwung dari pada sabarnya kamu?
Pren, sejagoan- jagoannya kamu semua, nggak kan pernah bisa ngalahin yang namanya Allah Subhanahu Wata`ala. Nggak sah jaoh- jaoh dah, dengan sebutan jagoanpun, kamu nggak kan mungkin bisa mindahin matahari terbit dari barat en tenggelam di timur. Ampe keriput akut dah, juga nggak bakalan bisa. Sebutan jagoan juga nggak kan bisa ngebuat kamu ngebekuin panasnya api neraka.
 Mau tau? Inget- inget ya yang ini,
Dari Abu Huroiroh rodhiyallahu anhu berkata: Dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Api kalian ini yang digunakan manusia untuk menyalakan sesuatu adalah satu bagian dari tujuh puluh bagian bagian (panasnya) api neraka. Para Sahabat berkata: Demi Allah sesungguhnya api ini sudah cukup (untuk menyiksa). Beliau bersabda: Sesungguhnya api neraka itu lebih panas dari api dunia enam puluh sembilan kali semua panasnya sama.” (HR. Bukhori:3265, Muslim:2843).
Nah kan, itu baru sedikit gambaran kalo ternyata kita manusia sama sekali nggak da apa- apanya. Mangkanya, apa gunanya bangga en petentang petenteng sok jagoan, yang ada malah ngebuat kamu semua tambah di bilang sombong.
Ngomong- ngomong soal sombong nich ya, masih ingat nggak nasib parah si iblis. Dia dulu juga hidup di surga tau, malah pernah dialog sama Allah. Tapi naas banget, dia diturunkan ke dunia en jadi dedengkotnya neraka ampe selamanya, cuman gara- gara satu hal aja. Dia sombong. Dia nggak mau sujud sama adam, walo tuh diprintah langsung sama Allah. Sebab musababnya adalah dia ngerasa lebih baik dari Adam. Jadi, ya gitulah nasibnya sekarang.
Nich baca ndiri deh barang buktinya,
`Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat: "Sesungguhnya Aku akan menciptakan seorang manusia dari tanah liat kering (yang berasal) dari lumpur hitam yang diberi bentuk. Maka apabila Aku telah menyempurnakan kejadiannya, dan telah meniup kan kedalamnya ruh (ciptaan)-Ku, maka tunduklah kamu kepadanya dengan bersujud. Maka bersujudlah para malaikat itu semuanya bersama-sama, kecuali iblis. Ia enggan ikut besama-sama (malaikat) yang sujud itu. Allah berfirman: "Hai iblis, apa sebabnya kamu tidak (ikut sujud) bersama-sama mereka yang sujud itu?". Berkata Iblis: "Aku sekali-kali tidak akan sujud kepada manusia yang Engkau telah menciptakannya dari tanah liat kering (yang berasal) dari lumpur hitam yang diberi bentuk". Allah berfirman: "Keluarlah dari surga, karena sesungguhnya kamu terkutuk, dan sesungguhnya kutukan itu tetap menimpamu sampai hari kiamat." Berkata iblis: "Ya Tuhanku, (kalau begitu) maka beri tangguhlah kepadaku sampai hari (manusia) dibangkitkan. Allah berfirman: "(Kalau begitu) maka sesungguhnya kamu termasuk orang-orang yang diberi tangguh, sampai hari (suatu) waktu yang telah ditentukan (Qs. Al Hijr: 28-38)
Ok, trus pertanyaannya kemudian, Emang pada mau apa jadi anggota fans club alias pengikutnya iblis?
Naudzubillah...
Pren, dame itu indah lagi. So, jangan ngebuat diri kamu sendiri jadi terlihat NGGAK pinter karena cuman pengen dipanggil jagoan, trutama dengan ngumbar nafsu kamu yang hobi brantem en kekerasan. Allah mencipta manusia lebih dari makhluk yang laen. Manusia juga dikaruniai mulut buat komunikasi en diskusi, trus walopun dikasih nafsu tapi juga dikasih akal, biar nggak macam hewan ajah yang main serampangan. Coba deh, alihin perhatian kamu ke label jagoan yang laen, yang lebih positif, contohnya jagoan belajar, jagoan nyenengin hati ortu, jagoan ngebimbing adek, dsb, dll. InsyaAllah nggak da ruginya kalo itu mah, yang ada malah orang-orang makin akan sayang ma kamu.
Tapi.. tapi..tapi
Tapi beda kasus kalo kamunya emang nggak salah, trus di dholimi. Kadang emang orang perlu pke fisik untuk membela diri, dan yang nie bukan brarti kamu sok jagoan, tapi emang kamu pure membela diri. Kya semut juga tuh walopun kecil tapi kalo disakitin ya nggigit laaaa.
Contoh laen, seperti kalo ada yang ngehina ato ngrendahin Islam contohnya. Bkan provokator nich, tapi emang Islam tuh kehormatan kita. Emang mereka siapa sok-sok an ngehina Allah. Allah yang ciptain mereka, ngasih rejeki, ngasih nafas, ngasih nyawa,  dsb, dll. Allah juga yang punya langit dan bumi. Coba bayangin kalo Allah ngusir mereka yang pada kurang ajar tuh, nah lo mau jadi gelandangan dimana bang bro?. Ato apa jadinya kalo kegiatan bernafas di berlakukan cuti dulu barang sehari ajah. Waaah, bisa gawat kan. 
So, buat hal- hal prinsip trutama berhubungan dengan akidah en kesucian agama kita, kita musti bela abis- abisan dah. Tuh BUKAN sok jagoan tapi mang kudu, alias wajib. Kalo pke cara halus nggak bisa, ya... Lu jual gue beli dah. Seperti Ilmu lebah, kalo dia nggak diganggu, dia juga nggak bakal nyengat. Tapi sekalinya di usik apalagi sampe ngobrak ngabrik, ampe mana juga, di jabanin dah. 
Tapi kalo soal dunia mah, sebagai seorang muslim,nggak sah pke main otot kali`. Islam itu agama yang membawa rahmat bagi semua makhluk. So buktiin kalo kamu bisa jadi pencerminan orang Islam yang mendamekan.
Insyaallah masih banyak cara waras yang laen untuk ngatasi masalah dunia yang ngebuat kita lebih terhormat en dihargain orang lain. Asli, kesombongan ato sifat sok jagoan nggak kan beri kamu apa- apa kecuali hanya semakin rendahnya kamu dimata Allah dan sesamamu. Pren, di idup kita yang sekali aja ini, apa iya kita mau cuman sekedar jadi yang rendahan cuman karena rela jadi budak nafsu kita sendiri?
Nich bukan kampanye buat ngidupin kelembutan hati loh. Cuman sekedar bahan koreksi buat bareng- bareng en kalo sesama sodara muslim kan emang kudu saling ngingetin lah. Kesamaan kejadian atopun TKP bukanlah kesengajaan. Tapi bagi yang merasa, Alhamdulillah, hee... moga bisa jadi masukan yang membangun buat kita semua. InsyaAllah

Senin, 29 Agustus 2011

Klo Akhwat Jangan Genit !!




Jadi Akhwat Jangan Genit
Pakai bedak kok sampe enam lapis
Maunya sih biar kelihatan manis
Belum lagi minyak wangi yang seember
Apalagi tujuannya kalau bukan biar para ikhwan lumer

Jadi Akhwat Jangan Genit
Pakaian takwa katanya ribet
Bikin mata juga jadi sepet
Akhirnya...
Jilbab saringan tahu pun dipakainya
Keseksian tubuh yang kelihatan malah membuat bangga
Terbayang pujian yang bakal di terima
Waaahhh belum tahu ya neng, kalo yang bgono bisa jadi ahli neraka!!

Jadi Akhwat Jangan Genit
Nyamperin ikhwan bisa tiap menit
Kalo perlu pasang status kalo lagi sakit
Sambil sedikit- sedikit menangis, ah menangis kok sedikit sedikit
Dalam hati ...yes!!go get them baby!!
Sang ikhwanpun ga kuat hati
Dijawabnya status dengan " sudah baikan ukhti?"
Jiah, halo sodara-sodara, amnesia kah kalau Allah selalu mengawasi
Woy dimana itu malu hati?

Jadi Akhwat Jangan Genit
Suarapun di buat mendayu- dayu
Kalo ikhwan lewat pasang aksi biar kelihatan paling ayu
helehh..gimana sih mbak yu
Dimana semangat dakwahmu?

Jadi Akhwat Jangan Genit
suka nelpon-nelpon ikhwan tanpa acara yang jelas dan lama banget
setelah itu mau aja diajak ketemuan romantis dan suasana yang anget
yaaah, si ikhwannya pun ternyata pasang posisi
alasannya pun hebat euy, amanah kaderisasi

Jadi Akhwat Jangan Genit
Nyolong liat foto ikhwan di facebook..
Langsung deh ilang seketika itu mata yang ngantuk
Setelah itu berganti acara.. dipilih! dipilih!..
Kalo dah kegaet..hmmm langsung sikat tanpa risih

Jadi Akhwat Jangan Genit
Suka bercanda lengket dengan ikhwan
Lalu berlanjut dengan es em es an
Setelah itu terwujudlah perhatian yang kelewatan
Ujung- ujungnya berganti status dengan pacaran

Jadi akhwat jangan genit
Tampil dengan sejuta pesona yang memikat
Harap harap cemas moga sang ikhwan mau mendekat
Asik deh, akhirnya bisa jg ikhtilat…
Selanjutnya...
Zina pun menjadi hal yang nikmat..
Tapi sayang banget, udah pasti situ dapet laknat..
Naudzubillah, karena itu sudah pasti maksiat

Jadi Akhwat Jangan Genit
Kalo sudah tekdung siapa yang rugi?
Ilang juga kan akhirnya harga diri
Orang tua pun ikut bersedih
Karena besarnya aib yang mengiris perih

Jadi Akhwat Jangan Genit
Maka dari itu jaga diri baik- baik
Jaga akhlak agar selalu apik
Jaga iman agar terasa resik
Jangan malah menyebar fitnah sehingga dunia jadi terbolak balik

Jadi Akhwat Jangan Genit
Duh..akhwat pesonamu memang mematikan
Menjadi celah kelemahan para ikhwan- ikhwan
Maka jagalah dirimu agar tetap kelihatan menawan
Menawan dalam pandangan sang maha Rahman
Sampai-sampai bidadaripun akan cemburu
Ketika kau bisa menjadikan diri BUKAN sebagai obyek berburu

Jadi Akhwat Jangan Genit
Kau bagaikan mutiara
Kecantikanmu tiada tara
Jika kau menjaga dirimu tetap pada aturan
Maka kau pantas menjadi harapan
Harapan bagi suamimu nanti
Yang insyaallah akan sungguh berbangga hati
Karena memiliki istri yang pintar menjaga diri

Jadi Akhwat Jangan Genit
Jangan kawatir, semua ada waktunya
Bersabarlah sampai tiba saat kau akan bahagia
Maka kau akan teramat bangga dalam rasa
Karena kau tidak perlu menggadaikan dirimu dalam dosa

Klo Ikhwan Jangan Genit


Jadi ikhwan jangan genit
Kalau diluar tampil alim dan sangat sibuk
Tapi waktu dengar adzan, ke masjidpun jadi yang paling ngantuk
Apalagi kalau mau datang waktu Jum'atan
Beuh,lewat depan rumah si akhwat dengan tampilan paling jantan
Seakan dia sedang memikirkan berbagai hal
Padahal tujuannya nggak jauh- jauh dari update sendal
Astagfirullah....

Jadi ikhwan jangan genit
Pengen banget disebut ikhwan.. biar kelihatan tambah wah..
Tapi jarang banget yang namanya tilawah..
Apalagi kalau soal dakwah
Selalu bilang... lu duluan aja dah
Dalam hati mau jujur sajalah
Dakwah buat kepala cenat-cenut dalam- dalam..
Selanjutnya lebih enak ngedengerin " cinta satu malam"

Jadi ikhwan jangan Genit
Kamuflase pun berlanjut
Menyerang hati yang kena penyakit akut
Coba- coba tampil super jaim didepan para akhwat
Sambil berharap agar lebih memikat
Ikhwan genit pun matanya mulai jelalatan,
Kalau ada akhwat yang melintas di depan
Cepat- cepat beri penilaian
Loh.. loh matanya masih aja "belanja"
Pas diingetin bilangnya, "ah cuman pandangan pertama yang nggak Disengaja"
Si ikhwan genit akhirnya pasang kuda- kuda
Deg.. deg.. benar- benar terbanyang dihati dan kepala
Ya Allah apakah ini jodoh saya?
Lebay...

Jadi ikhwan jangan genit
Banyak memanfaatkan amanah dakwah untuk kepentingan diri
Dan pikirannya hanyalah tentang akhwat dan proses seleksi
Coba lihat koleksi foto akhwatnya
Kalo dilihatin bisa dag dig dug di dada
Sampai- sampai bisa buat si ikhwan kelenger
Supaya awet, ditaruhnya tuch foto dibackground komputer
Ajiib....

Jadi ikhwan jangan genit
Akhirnya si akhwat minta ditolong
Benerin komputer yang katanya meledak ampe gosong
Kepintaran si ikhwan membuat sang akhwat terkesan
Percakapanpun di susul dengan hal yang nggak relevan
Sampai akhirnya bicara juga tentang pemograman
Ahay, tapi si ikhwan dalam hati berharap, lumayan kalau nanti Akhirnya bisa kenalan

Jadi ikhwan jangan genit
Acara chating pun berlanjut dengan si akhwat
Kalo ditegor katanya "ah cuma sambil lewat"
Pakai alasan buat dakwah di dunia maya
Tapi kok skalian pasang foto yang paling gaya
Maksud awal ingin sampein materi
Eh malah ujungnya nanya " sudahkah anda ta'aruf ukhti?"
Si akhwat menjawab malu- malu "belum, memang kenapa akh?"
Si ikhwan menyambut lega, "alhamdulillah"
Percakapanpun berlanjut dengan yang sangat pribadi
Please dey, trus esensi dakwah tuh apa kabarnya ini?

Jadi ikhwan jangan genit
Sekarang mulai suka sekali sms tausiyah
Padahal sebenarnya dia kangen akhwat idola sampai berdarah- darah
Sang akhwat menyambut dengan ucapan terimakasih
Si ikhwanpun kegirangan ampe tuna ekspresih
Oh noo...

Jadi ikhwan jangan genit
Menginjak acara selanjutnya,
Iseng- iseng ditelpon itu akhwat idola
Katanya sih urusan darurat
Darurat sih darurat tapi kok betah sampe jam 12 malam lewat
Ampe lupa kalo mata tinggal setengah watt

Jadi ikhwan jangan genit
Para ikhwan, apakah kau masih ingat
Atau mungkin pernah engkau catat
Bahwa ada hal yang lebih penting dari sekedar wanita
Walau itu adalah celah kelemahanmu yang paling nyata
Tapi urusan jodoh itu hal yang ghoib
Jangan kotori diri dengan aib
Lebih baik mulai menjaga izzah
Atau bakal jauh dari naungan dakwah
Nggak perlu pakai tebar pesona terbaik
Dengan iman kau menjadi yang paling apik

Jadi ikhwan jangan genit
Engkau laki- laki penuh dengan amanah
Engkau akan menjadi pemimpin keluarga yang sakinah
Maka dari itu jangan "suka- suka gue dah"
Mulailah belajar hidup terarah
Terarah dalam aturan sang maha rahman
Sehingga hidupmu akan penuh dengan kedamaian.

Mengapa Gue Belum Berjilbab?


Mengapa belum berjilbab? Kalo ditanya satu pertanyaan ini, jawabnya sih macem- macem. Mule dari prasaan masih kepengen gaya, ato ketakutan kalo orang naruh high expectasi tentang pengetahuan agama yg kudu gede ke kita. Selain itu may be dari kamu mrasa kudu ngaca diri, ntah karena sholatnya bolong-bolongnya masih parah banget, ato karena urusan masih punya pacar, dll, dsb.  Seribu satu alasan niy yang bikin ragu2 dan jadi alasan paling kuat dari sebagian besar cewek- cewek muda yg ingin berjilbab.

Tapi kalo ditanya, apa kamu islam? pasti jawabnya iya. Girls, semua yang ada di dunia pasti penuh dengan konsekwensi. Jadi orang islampun juga kaya' gitu. Saat kita bersyahadat, bersumpah kalo tidak ada tuhan selain Allah, dan Nabi Muhammad adalah utusan Allah, brati kita udah ikrar kalo kita akan patuh pada semua aturan en batasan yang dibuat Allah Subhanahu Wata'ala dan yang ada dalam sunnah Rasulullah Salallahu alaihi Wassalam. Nggak pake nawar apalagi ngeles, hee..
Coba deh switch pemikiran kamu, bayangin gimana kalo orang idup, apalagi kita yang muda- muda ini, idup tanpa ada batasan. Bebas aja, tralala trilili. Pertama sih mungkin ngerasa bakalan enjoy ajah, tapi akhir- akhirnya pasti bakal nyesel. Bukan apa- apa sob, emang udah takdir dari sononya, yang namanya manusia hidup butuh aturan, kalo nggak yach apa bedanya sama hewan. Aturan tuh bukan buat ngikat apalagi nyiksa, tapi muliain manusia.
Kalo masih ragu tentang jilbab kamu, coba deh berpikir positif skali lagi. Jilbab bukan menyiksa apalagi paksaan buat kamu. Tapi alhamdulillah walo cuman sekedar kain, itu bisa semacam alarm berjalan kamu yang justru bakal ngingetin kalo mau maksiat. Hidup dalam aturan tuh sebenarnya nikmat, en nggak mengekang. Dan satu- satunya yang terkekang dari aturan itu adalah nafsu kamu.
Dengan pakai jilbab kamu akan lebih mudah dikenali sebagai seorang muslimah. Jangan minder dengan identitas diri yang kamu punya. itu kebanggaan loh.Simbol dari kamu yang udah taat ato mungkin baru belajar taat, bukan cuman sama ortu tapi sama Zat yang udah ngebentuk kamu jd secantik sekarang. Belum lagi penilaian kalo pengendalian diri kamu brati udah ada sementara yang laen malah milih seenak nafsu mereka sendiri. So, kamu lebih baik kan?

Dan siapa bilang kalo dengan pake jilbab brati kita memangkas potensi diri? Ah udah nggak jaman banget punya pikiran bgono sob. Contoh udah banyak, nggak kudu disebutin satu- satu. Nggak di tipi ato may be di lingkungan sekitarmu, pasti kamu udah bisa menilai sendiri kan.

Apa kamu juga masih bingung soal konsekuensi pengetahuan agama yang kudu gedhe kalo udah berjilbab? jangan kawatir dah. Yang namanya belajar kan proses non, nggak bisa sekali duduk langsung langsung Ting! paham gitu. Khayalan banget tuh. En  Sepintar- pintarnya manusia nggak kan mungkin melebihi dalamnya ilmu Allah. Kalo ada manusia laen yang ngerasa dirinya lebih pintar dari kamu trus ngejek ato ngerendahin kamu, nggak usah minder lagih, tu brarti dia juga belum banyak berilmu. Nggak ada cerita orang yang berilmu dan takut sama Allah akan sombong sob.

Bener deh, hidayah itu indah banget teman. En kamu baru bisa ngrasain indahnya kalo kamu ndiri terlibat didalamnya. Dan syarat biar kita ngedapet hidayah, trus ringaan banget nglakuin kebaikan, cuman satu. Kita kudu ikhlas nglakuin semua karena Allah. Coba deh, buang prasaan nggak mau tau ato sekedar nafsu dunia kita bentaran ajah. Kita bahas sedikit tentang ini. Bayangin ajah gimana kalo orang yang diperintah boss nya yang udah ngegaji dia, ngasih dia banyak hal, belum lagi berjasa banget dalam hidup dia, tiba- tiba pas itu boss perintahin dia sesuatu, tapi aja masih juga tuh orang ngeles dengan alesan yang nggak mutu. Bayangin pasti bakal marahnya kaya' apa coba. Orang juga bakal menilai nggak tau trimakasih en kurang ajar banget kan tuh orang. Fiuuh, tuh baru manusia dengan manusia, trus pgimana crita kalo tuh adalah antara kita dengan Allah, sob. Bisa mikir ndiri kan klanjutannya.

Bisa ngitung nggak, sbanyak apa yang udah dikasih Allah ma kita?. Pasti dijamin 100% nggak bakalan abies kalo di itung. Trus kembali ke soal perintah pke jilbab, mungkin nggak kalo yang Maha Penyayang tiba- tiba cuman mau nyengsaraain kita dengan semua tuh. Pecaya aja dah, asli, perintah Allah nggak akan ngejahatin apalagi nyiksa kita, yang ada malah kita sendiri yang sering kali nggak cukup baik ngejaga diri kita.

Allah yang paling muliakan kita, lebih dari diri kita sendiri. Allah juga yang paling ada buat kita saat siapapun nggak ada buat nemenin kita.
Kadang kita lebih banyak ngedahuluin akal en prasaan plus prasangka- prasangka yang nggak mutu en belon valid kebenarannya. Ya gitu dey, kebukti kan, kalo setan nggak bakal rela liat kita baek. Dikasih aja was- was ketakutan en kecerdasan buat ngeles dengan seribu satu alesan. Tapi ujung-ujungnya pasti deh, kerugian juga bakal balik ke kita lah, siapa lagih. So, cepet ambil keputusan yang terbaik buat idup kamu, lagian dah gedhe inih juga kan. Buktiin kalo kamu bisa Jadi pemimpin terbaik dari  diri kamu sendiri, en buat kebanggan atas semua itu, buat diri kamu sendiri, girls. Good Luck!.

Selasa, 09 Agustus 2011

Jilbab Saringan Tahu, ala Jahiliyah







Alhamdulillah Kita patut bersyukur dengan banyaknya muslimah yang menutup auratnya belakangan ini. Meski masih banyak kita jumpai pemandangan aneh dari muslimah itu sendiri.

Ada yang memakai jilbab tapi poni rambutnya ke mana-mana, ada yang pake jilbab tapi pakaian dalamnya terlihat, ada juga yang pakai jilbab tapi masih ikutan konser musik. Miris, kasihan, sedih, marah, campur baur rasanya. Tapi saya juga bersyukur di antara mereka masih ada yang berhijab sempurna. Semoga istiqamah!

Pertama banget saya tahu istilah ‘jilbab saringan tahu’ ini di twitter. Ada seorang kawan yang nyeletuk tentang jilbab ini. Mulanya saya nggak tahu jilbab mana yang dimaksud, sampai suatu hari saya diajak tante saya belanja di pasar. Ketika melewati penjual tahu saya sempat berhenti untuk menanyakan bentuk saringan tahu. Barulah saya tahu, jibab saringan tahu ternyata jilbab yang super tipis menerawang itu. Saya pikir modelnya yang mirip saringan tahu, karena biasanya penamaan jilbab sesuai dengan model, tapi rupanya jilbab saringan tahu adalah jilbab yang jenis kain/bahannya setipis saringan tahu.

Beberapa waktu lalu saya mengunjungi toko jilbab yang ada di dekat tempat saya kuliah. Kaget juga saya begitu memasuki tempat jilbab segi empat (bukan jilbab instan/bergo), banyak sekali jilbab saringan tahu terpajang di sana. Beuh, saya jadi kehilangan fokus. Mau langsung keluar gak enak juga, soalnya baru masuk. Akhirnya saya memilih membelikan ibu dan tante saya jilbab instan yang modelnya belum beliau punya, alhamdulillah.

Di rak-rak tersebut ada banyak macam model jilbab saringan tahu. Ada yang polos tanpa hiasan apa pun, ada yang pakai renda atau manik-manik, ada yang berhias bordiran, ada juga yang model tumpuk. Tapi bahannya sejenis, ada yang tipis ada yang lebih, bahkan sangat tipis, sama-sama bisa digunakan untuk saringan tahu mungkin. Jika dipakai ya menerawang.

Ada beberapa kawan saya yang sudah mengerti syarat berhijab syar’i, kalau pakai jilbab saringan tahu ia memakai dua jilbab sekaligus supaya tidak menerawang. Biasanya bagian dalam agak tebal. Masalahnya kan ga semua muslimah berpikiran untuk melapisi bagian dalam jilbab saringan tahu dengan jilbab yag lebih tebal. Fenomena jilbab saringan tahu ini banyak banget kita temui di jalan.

Menurut kawan saya, jilbab saringan tahu memang lebih ‘nurut’, lemas, dan adem. Harganya juga lebih murah dari jilbab yang tebal. Warna, model, dan hiasannya lebih variatif, jadi mudah dipadupadankan dengan pakaian yang digunakan. Hmm...!

“Dan hendaklah kamu tetap berada di rumahmu, dan janganlah kalian berhias dan bertingkah laku seperti model berhias dan bertingkah lakunya orang-orang jahiliyah dahulu” (Qs Al-Ahzab 33).

...jahiliyah dahulu adalah kekafiran sebelum jaman Nabi Muhammad SAW. Jahiliyah sekarang adalah kemaksiatan setelah datangnya Islam...

Dalam keterangan catatan kaki, ‘jahiliyah dahulu’ adalah bentuk kekafiran sebelum jaman Nabi Muhammad SAW, sedangkan ‘jahiliyah sekarang’ adalah bentuk kemaksiatan setelah datangnya Islam. Atau dalam salah satu artikel yang saya baca, maksud dari ayat tersebut adalah bertabarruj ala jahiliyah. Bukankah Islam telah memberikan batasan hijab yang cukup jelas? Bukankah Islam menganjurkan para wanita untuk tidak bertabarruj?

Saat ini, banak muslimah yang memakai jilbab dengan melilitkan jilbab di leher mereka, tidak mengulurkannya seperti yang terdapat dalam An-Nur ayat 31 maupun Al-Ahzab ayat 59.

…Biarlah kain saringan tahu menjadi saringan tahu, jangan kita rampas haknya dan menjadikannya penutup kepala...

Ramadhan adalah merupakan momen yang tepat untuk melakukan perbaikan diri. Sebagai muslimah sudah semestinya kita mulai memperbaiki cara berpakaian kita. Biarlah kain saringan tahu menjadi saringan tahu, jangan kita rampas haknya dan menjadikannya penutup kepala.
Allah SWT berfirman dalam surat An-Nur 34: “Dan sungguh, Kami telah menurunkan kepada kamu ayat-ayat yang memberi penerangan, dan contoh-contoh dari orang-orang yang terdahulu sebelum kamu dan pelajaran bagi orang-orang yang bertakwa.

Rabu, 27 Juli 2011

Cara Melawan Cowok


 Disuitin (emangnya burung?), disapa menggunakan kata-kata yang sepertinya sangat dipaksakan, hingga keluar kata-kata tidak senonoh or dua nonoh. Nah lho.
Mungkin yang beginian kamu alami ketika pulang sekolah dan melewati sekelompok cowok yang nongkrong di pinggir jalan. Bisa juga lagi asyik nunggu bis sekolah or mikrolet yang akan mengantar kamu pulang les. Bahkan ketika disuruh ibumu untuk beli garam di warung sebelah rumah pun nggak lepas dari godaan para cowok iseng. Oya, tempat yang rawan godaan juga buat cewek adalah mal. Di sini banyak penggoda! Ati-ati euy!
Buat kamu yang udah berkerudung en berjilbab pun, godaan itu adakalanya datang tak undang. Meski bisa dibilang skalanya agak sedikit beda dari yang nggak berjilbab. Bentuk godaan bisa berupa basa-basi dengan ‘pura-pura’ mengucapkan salam. Hihihi, ini taktik standar cowok usil lho.  Yup, trik andalan anak cowok untuk menggoda cewek berkerudung atau yang udah berjilbab.
Hebohnya lagi, dan ini sangat mungkin lho, kalo para cowok usil itu nekatz godoain kita-kita sampe menempuh sentuhan fisik segala. Waduh! Ati-ati deh. Sayangnya, fenomena kayak gini sudah jadi menu sehari-hari kita. Coba deh lihat di sinetron. Isinya kalau nggak cowok yang ngegodain para cewek, ya, anak ceweknya yang keganjenan minta digodain. Walah?
Cowok penggoda=cewek jail?
Nah lho…apa pula ini? Yang cowok kalau ditanya kenapa kok hobi ngegodain cewek yang lewat, jawabnya karena ceweknya pasang aksi minta digoda. Eh, yang cewek nggak mau disalahkan dengan tuduhan pasang aksi minta digoda. Kaum cewek bilang, “Dasar cowoknya aja tuh yang nggak punya iman, pake jelalatan mata segala sabil mulutnya usil godain.” Wah, kalo diterusin bisa jadi mirip-mirip tebakan tentang telor dan ayam. Hehehe, pertanyaan-nya: duluan mana; telor apa ayam? Mbulet!
Sobat muda muslim, sekarang coba dengan kepala dingin kita kupas satu per satu masalah ini. Di sini ada dua pihak yang ingin kita bahas, pihak cowok dan pihak cewek. Ada aksi dan ada reaksi, itu prinsip kimia kan? Dan dua makhluk berlainan jenis ini memang sudah dari sononya menyimpan energi kimia yang dahsyat. Jadi be carefull aja dalam menyikapi-nya. Kenapa ini bisa terjadi?
Pertama, munculnya cowok penggoda bisa jadi merupakan reaksi dari aksi yang diberikan si cewek sendiri.  Pernah dengar istilah ‘cowok, godain kita dong’? Nah, kalimat ini populer sejak beberapa tahun yang lalu karena para cewek merasa garing kalo nggak ada cowok yang godain mereka. Gatel!
Atau dengan aksi dalam bentuk lain, yakni tanpa kata-kata (bukan bisu lho). Ada lho cewek yang nekat me-launching bahasa tubuhnya. Mereka sengaja minta digoda kaum cowok. Bisa jadi dari gaya berjalan mere-ka, cara bicara yang dibuat-buat, lirikan mata, atau apa pun yang mengarahkan agar mereka digoda oleh kaum adam. Bahaya!
Belum lagi gaya ber-busananya yang kayaknya kurang kain banget. Jadi asset berharganya malah dipamerin ke mana-mana. Giliran dia yang digodain sama cowok sampe level pelecehan, eh…berkelitnya dengan menga-takan “Tuh cowok emang piktor alias pikiran kotor”, “nggak bermoral” de el el. Waduh!
Lalu kemungkinan kedua, emang sudah dari sononya tuh cowok hobi ngegodain cewek. Bawaannya gatel mulu bila ada cewek di dekatnya cuma dianggurin (dianggurin? Emangnya obat nyamuk?). Jadi biar ceweknya udah nutup aurat hingga rapet sekali pun, tetap aja tuh cowok tipe begini selalu punya celah untuk bisa ngegoda cewek. Ya itu tadi, tidak bisa dengan suitan, dengan ucapan salam pun jadi. Padahal kenal juga nggak. SKSD banget tuh cowok ya? Hehehe...
Biar nggak digoda
Kalau kamu para cewek emang ngerasa sebel digodain cowok, ada tips-tips khusus nih untuk menghindarinya.
Pertama, tundukkan pandanganmu. Tapi ini bukan berarti jalan sambil nunduk terus kayak orang nyari recehan ilang sampe kejentus tiang listrik. Menundukkan pandangan maksudnya mata nggak jelalatan. Mentang-mentang yang godain cakep, kamu jadi enggan berkedip en ridho untuk digodain. Gubraks! Inget lho firman Allah Swt: “Katakanlah kepada mukmin perempuan, hendaklah menundukkan pandangan mereka dan menjaga kehormatan mereka. ….” (QS an-Nuur [24] : 31)
Kedua, kamu yang merasa dirinya cewek, perhatikan gaya berpakaianmu. Dalam Islam ada aturan berbusana khusus bagi cewek ketika keluar rumah yaitu menutup seluruh aurat kecuali muka dan telapak tangan. Lengkap dengan kerudung dan jilbabnya.  Allah Swt. berfirman:“Dan janganlah menampakkan perhiasan mereka kecuali apa yang kelihatan dari-padanya...” (QS An- Nuur [24] : 31)
Firman Allah lainnya: “Hai Nabi katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perem-puanmu dan isteri-isteri orang mukmin: “Hendaklah mereka mengu-lurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka”. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu.” (QS al-Ahzab [33]: 59)
Perhatikan juga bahwa jilbabmu longgar dan nggak tipis. Jangan kayak lemper, menutup aurat tapi lekuk tubuhmu kelihatan alias seksi. Sama juga boong, Non.
Ketiga, cuekkin. Kalau godaan itu ‘cuma’ dengan suitan, atau ucapan-ucapan dan tidak sampai menyentuh fisik, lebih baik kamu cuekkin aja. Soalnya kalo kamu nanggepin, bukannya kapok mereka malah akan semakin menjadi-jadi. Cowok penggoda itu bakal senang kalo godaan mereka ditanggapi atau dijawab. Entah kamu jawabnya dengan ketus, sinis, marah, mencaci-maki, semua itu nggak bikin cowok penggoda jera. Selain kamu akan terlihat nggak bijak karena berjilbab kok maki-maki, secara nggak langsung kamu malah menjatuhkan harga diri kamu sendiri di depan umum. Waspadalah!
Kalo godaan itu di jalan umum dan lebar, kamu lewat saja dan berjalan biasa. Jangan pelan-pelan atau malah berlenggak-lenggok. Kalau itu jalan sempit, usahakan memilih jalan lain untuk menghindari kemungkinan mereka ngegodain kamu. Kalo memang tidak ada jalan alternatif, usahakan jangan sendirian. Cari teman yang searah.
Lagipula, umumnya cowok penggoda tuh akan segan menggoda mereka yang ‘diam’ dalam arti nggak nanggepin godaan-godaan mereka. Jadi bukan diam yang ridho dan senang digoda lho. Ketahuan kok itu dari sikap dan ekspresi wajah kamu; mana yang diam tegas bin cuek dengan diamnya senang bin antusias. Kalau udah begini, biasanya cowok penggoda jadi malas godain cewek yang nggak bereaksi sama godaannya. Tapi tentunya setelah kamu mengamalkan trik-trik di atas itu dong.
Munculnya cowok penggoda
Kalo kita cermati, kok bisa sih muncul cowok penggoda yang semakin merajalela di jaman sekarang. Itu tak lain dan tak bukan karena ideologi kapitalisme-sekulerisme yang udah jadi gaya hidup. Sekulerisme emang gak menghiraukan agama untuk mengatur kehidupan. Yang dikejarnya di dunia ini cuma kenikmatan jasadi atau materi semata. ngegodain cewek salah satunya. Kalo itu dianggapnya memberi kepuasan dan kebaha-giaan bagi dirinya, maka akan dilakoninya aja aktivitas sia-sia itu, dengan rasa suka.
Nongkrong di pinggir jalan, di mal-mal, dan di warung-warung sambil gitaran, itu semua kondisi yang paling strategis untuk menggoda cewek-cewek yang lewat. Seakan-akan hidup tanpa beban (atau sebetulnya itu adalah cara mereka untuk menghilangkan beban?).
Maklum aja, bisa jadi udah puluhan surat lamaran kerja dimasukkan tapi tak satu pun yang berhasil. Mau sekolah lagi tak ada biaya. Di rumah mulu juga dimarahi ortu karena cuma jadi pengangguran yang kerjaannya makan dan tidur.
Nah lho, lingkaran kapitalisme jadi momok. Siapa yang kuat dan berduit dia yang akan survive. Dan karena lontang-lantung tanpa kegiatan, jadilah pelampiasan ngegodain cewek yang lewat.
Padahal kalo kita mau lihat bagaimana Islam sebagai the way of life ngatur kehidupan, tipe cowok penggoda nggak bakal muncul. Gimana nggak, kalo sejak awal Islam sudah memberi aturan pergaulan laki-perempuan, cowok-cewek. Yang cowok nggak boleh jelalatan matanya kalo melihat cewek, begitu juga sebaliknya. Catet yoo!
Terus, yang cowok juga diajarkan menjadi laki-laki sejati dalam Islam, sebagai pelindung dan penanggung jawab keselamatan dan harga diri cewek. Suatu ketika di Madinah ada seorang muslimah yang ‘dikerjain’ oleh tukang emas di sebuah pasar dengan cara mengkait-kan tali di belakang jilbabnya. Begitu bangun, tersingkap-lah auratnya. Saat itu, sekelompok pemuda Yahudi yang ada di sekitar kejadian mener-tawakan dan melecehkan muslimah itu.
Kebetulan, seorang pemuda muslim melihatnya. Dan ia langsung menikam si tukang emas itu hingga tewas. Para pemuda Yahudi itu nggak terima, lalu mereka mengeroyok pemuda muslim tersebut sampe tewas. Mendengar berita ini, Rasulullah  saw. mengeluarkan perintah untuk membu-nuh seluruh Yahudi Bani Qainuqa’. Tapi niat Rasulullah urung, atas lobi Abdullah bin Ubay bin Salul. Sebagai gantinya, Rasulullah saw. mengusir seluruh Yahudi Bani Qainuqa’ dari kota Madinah. See, harga diri seorang wanita muslimah begitu tinggi.
Lagipula dalam kehidupan di mana Islam diterapkan sebagai aturan praktis, nggak bakal ada pemuda nongkrong di pinggir jalan yang akhirnya kurang kerjaan godain cewek yang lewat. Karena dalam kehidupan Islam, setiap pemuda memahami jati dirinya sebagai agent of change, pembawa perubahan dunia ke arah yang lebih baik. Mereka akan tersibukkan dengan aktivitas positif di sekolah-sekolah atau majelis-majelis menuntut ilmu, bekerja untuk memenuhi kebutuhannya, berdakwah dan bahkan berjihad. Sehingga gak ada satu menit pun dalam kehidupan pemuda muslim yang terbuang sia-sia dengan kongkow-kongkow di pinggir jalan. Apalagi nyuitin or ngegodain cewek, apalagi muslimah berjilbab yang lewat. Yakinlah!
So, fenomena cowok penggoda bukan sim salabim muncul begitu saja. Tapi lebih merupakan produk dari suatu sistem, yaitu kapitalisme-sekulerisme. Kalo kita pingin memberangus habis kebiasaan buruk ini, tak lain dan tak bukan, berangus sistem yang melahirkannya.
Yup, kita enyahkan sejauh-jauhnya ideologi buatan manusia ini dari kehidupan kita. Ambil Islam saja sebagai the way of life, ideolog, dan pengatur kehidupan. Secara otomatis, budaya cowok penggoda akan lari terbirit-birit dan kita sebagai cewek muslimah akan beraktivitas dengan nyaman tanpa khawatir suitan dan godaan nggak bermutu mampir lagi. Kalau sudah begini, ocre nggak sih melakoni hidup di bawah naungan ideologi Islam? Pasti dong! [