Blogroll

Bahwa Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Barangsiapa mengajarkan suatu ilmu, maka dia mendapatkan pahala orang yang mengamalkannya, tidak mengurangi dari pahala orang yang mengamalkannya sedikitpun".
"Barangsiapa dikehendaki baginya kebaikan oleh Allah, maka Dia akan memberikan PEMAHAMAN AGAMA kepadanya.” (HR. Bukhari no. 71 dan Muslim no. 1037)

Pages

Senin, 13 Juni 2011

Para Pencela di Surat Al Maidah 54?




Soal:
Assalamualaikum
Kepada  ustad Ridho Ba’asyir (semoga Allah menjagamu) , saya mau bertanya tentang tafsir surah al Ma’idah ayat 54 yang dihubungkan dengan fikih realita sekarang, siapakah yang dimaksud “orang – orang yang suka mencela” dalam ayat tersebut? Apakah mereka juga muslimin atau kafirin atau murtadin seperti yang disebut diawal ayat? Kalau muslim apakah bagian dari ahlus sunnah yang menyimpang? Atau golongan sesat yang lain? Jazakallah khairan jaza'
(wisnu bharoto)
Jawab:
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه ومن والاه، وبعد؛
Wa’alaikumus salam
Setahu saya yang dimaksud pencela dalam ayat “hai orang2 yang beriman, siapa diantara kalian yang murtad dari dienya, niscaya akan diganti oleh Alloh dengan suatu generasi yang dicintai Alloh serta mencintaiNya. Lemah lembut terhadap sesama muslim dan tegas lugas dihadapan orang kafir. Mereka selalu berjihad dijalan Alloh tanpa takut celaan orang-orang yang mencemoohnya….”  Adalah siapa saja yang mencemooh orang-orang mukmin yang berusaha merealisasikan serta memperjuangkan syari’at Islam sesuai sunnah dimana ia berada. Bisa jadi mereka dari kalangan awam kaum muslimin, munafiqin atau kafirin.
Sedang dari awam kaum muslimin, terbagi menjadi dua golongan, yaitu:
1.    orang2 yang tidak mempunyai basic ilmu agama yang cukup.
2.    orang yang memiliki sisi tertentu dari sisi ilmu agama.
Biasanya jenis yang kedua ini, menampakkan diri dihadapan awam bahwa mereka adalah orang yang paling benar(pewaris salafussholih), dengan mengenakan pakaian ala arab,memfasih-fasihkan bahasa percakapanya,mentransfer adat-adat Arab dalam sisi tertentu serta jelas pada mereka adanya fanatisme golongan. Hal ini menjadikan jenis orang tersebut tergolong dalam jumlah golongan kaum muslimin yang sekian banyaknya. Meski mereka mengharamkan adanya perpecahan dan golongan dalam dien.
Maka siapa saja yang bertekat bulat untuk menegakkan dien Alloh dibuminya, hendaknya ia mengabaikan cemoohan dan gongongan orang-orang tersebut. Upayakan untuk menasihati mereka semampunya, jika tidak mampu: “ma’afkan mereka, dan perintahlah dengan yang ma’ruf dan berpalinglah dari orang-orang yang jahil”.
Saran saya, tidak perlu untuk anda membuka front bagi mereka secara terbuka, sebab yang teruntungkan dengan front tersebut hanyalah kaum zionis dan antek-anteknya. Wallohu a’lamu bisshowaab

0 komentar:

Poskan Komentar

Jazakallah