Blogroll

Bahwa Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Barangsiapa mengajarkan suatu ilmu, maka dia mendapatkan pahala orang yang mengamalkannya, tidak mengurangi dari pahala orang yang mengamalkannya sedikitpun".
"Barangsiapa dikehendaki baginya kebaikan oleh Allah, maka Dia akan memberikan PEMAHAMAN AGAMA kepadanya.” (HR. Bukhari no. 71 dan Muslim no. 1037)

Pages

Kamis, 21 Juli 2011

Perjuangan adalah Terjemahan


Penegakkan Syariat Islam bukan seperti ajaran para sufi, berzikir ribuan kali lalu berkhayal semua terjadi dengan sendirinya. Syariat Islam tegak  butuh pengorbanan, tetesan darah dan keringat. Syariat Islam ditegakkan juga bukan oleh orang-orang yang masih bergelut dengan kebidahan dan rusaknya aqidah. Dia lahir dari kristalisasi tauhid dalam jiwa seseorang, lalu orang itu berjuang dan berkorban dengan jiwanya untuk membuktikan ucapannya.

“Kata-kata itu, bisa mati,” tulis Sayyid Qutb, “Kata-kata juga akan menjadi beku, meskipun ditulis dengan lirik yang indah atau semangat. Kata-kata akan menjadi seperti itu bila tidak muncul dari hati orang yang kuat meyakini apa yang dikatakannya. Dan seseorang mustahil memiliki keyakinan kuat terhadap apa yang dikatakannya, kecuali jika ia menerjemahkan apa yang ia katakan dalam dirinya sendiri, lalu menjadi visualisasi nyata apa yang ia katakan.” lanjut Sayyid Qutb dalam karya monumentalnya Fii Zilaalil Qur’aan.

Ini adalah sunatullah perjuangan dari berbagai macam idelogi dan keyakinan. Apalagi dalam memperjuangkan Islam yang dijadikan musuh bersama oleh seluruh manusia dari para pengaku Islam, kafir dan zindiq. Ini adalah jalan para Rasul yang ditapaki lagi oleh para penyeru tauhid, yaitu jalan ketika kerusakan besar datang maka  Allah hendak menyempurnakan DienNya dengan menguji hambaNya itu benar-benar yakin dengan apa yang telah tertananam di dalam dada mereka.
 
Hadist Abdillah bin Amr bin Al-Ash Radhiyallahu ‘anhu beliau berkata : Telah bersabda Rasulullah pada suatu hari dan kami bersama beliau. “Artinya : Beruntunglah orang-orang yang asing (Al-Ghuraba) ditanya Rasulullah siapakah Al-Ghuraba itu ? Beliau menjawab orang-orang shalih diantara banyaknya orang-orang yang buruk, orang yang menyelisihi mereka lebih banyak daripada mentaatinya” [Hadits Shahih dan banyak jalan periwayatannya sebagaimana telah dijelaskan dalam kitab Thubaa Lilghuraba (3): oleh syaikh salim al hilaly]
Jadi bila ada pejuang syariat Islam itu dimusuhi ,dibunuh dan dipenjara karena keyakinannya adalah suatu hal yang lumrah dan wajar. Karena segala hal apa yang menimpa mereka sebenarnya sudah menimpa orang-orang terdahulu. Bahkan sampai-sampai mereka mengadu kepada Rasulullah SAW karena begitu kerasnya siksaan yang ditimpakan kepada mereka oleh orang-orang kafir dan jahiliyyah.

Khabbab Ibnul Aratt Radliallahu ‘anhu berkata: Kami mengadu kepada Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa Sallam sedang beliau berbantal dengan kainnya di naungan Ka’bah, kami berkata kepadanya: Apa engkau tidak meminta pertolongan buat kami? Apa engkau tidak berdoa kepada Allah buat kami? Maka beliau berkata: “Adalah seorang dari umat sebelum kalian dibuatkan lobang baginya di tanah kemudian dia dimasukkan ke dalamnya, terus didatangkan gergaji kemudian diletakkan di atas kepalanya dan dibelah menjadi dua namun hal itu tidak menghalangi dia dari agamanya. Dan dia dicabik-cabik daging dan tulangnya dengan alat pencabik besi namun hal itu tidak menghalangi dia dari agamanya. Demi Allah sungguh Dia akan menyempurnakan urusan (agama) ini sampai pengendara berjalan dari Shan’a ke Hadralmaut tidak takut kecuali kepada Allah atau srigala terhadap kambing-kambingnya, akan tetapi kalian ini tergesa-gesa.” [HR Al Bukhari no 3612]

So, bila kita sudah berazzam berdiri bersama para singa tauhid, berjalan bersama para penyeru syariat Islam dan sudah berjanji setiap hidup dan mati hanya untuk Allah, jalani apa yang kita yakini walau cobaan datang bertubi-tubi menguncang semua sendi kehidupan. Ini saatnya membuktikan apa yang kita dengung-dengungkan disaat rasa aman menyelimuti hidup kita, saat kelapangan membuat kita terlena dan mengangap bahwa jalan ini akan baik-baik saja. Karena bila sudah berjalan di jalan kebenaran tidak jadi masalah kepala ini mengelinding dimana saja.
“Sesungguhnya orang-orang yang berkata: “Rabb kami adalah Allah” kemudian mereka beristiqamah, maka malaikat-malaikat akan turun kepada mereka (dengan berkata): “Janganlah kamu merasa takut dan janganlah kamu bersedih hati; dan bergembiralah kamu dengan (memperoleh) surga yang telah dijanjikan kepadamu.” [Fushshilat: 30]

Wallahu A’lam

0 komentar:

Poskan Komentar

Jazakallah