Blogroll

Bahwa Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Barangsiapa mengajarkan suatu ilmu, maka dia mendapatkan pahala orang yang mengamalkannya, tidak mengurangi dari pahala orang yang mengamalkannya sedikitpun".
"Barangsiapa dikehendaki baginya kebaikan oleh Allah, maka Dia akan memberikan PEMAHAMAN AGAMA kepadanya.” (HR. Bukhari no. 71 dan Muslim no. 1037)

Pages

Kamis, 28 Juli 2011

Thufail Bin Amr Ad-Dausi



 
Thufail bin Amr ad-Dausi merupakan pemimpin kabilah Daus pada masa Jahiliyah. la juga salah seorang yang terpandang di kalangan Arab dan salah seorang bangsawan yang berwibawa. Api dapurnya selalu mengepul dan jalan selalu terbuka untuknya.
Thufail meninggalkan kampungnya menuju Mekah. Sesampainya di mekah, orang-orang kafir selalu menceritakan tentang keburukan islam dan Muhammad kepadanya.
Thufail pun berkata dalam hatinya, “Demi Alloh, mereka selalu menceritakan keadaannya yang menakjubkan itu kepadaku, menakut-nakutiku dan kaumku dengan perbuatannya, sehingga aku pun terpengaruh untuk tidak mendekatinya, tidak berbicara dengannya, dan tidak mendengarkan ucapannya sedikitpun. Ketika aku pergi ke masjid untuk towaf di sekeliling Ka’bah dan meminta berkah dari berhala-berhala yang selalu kami agungkan dan kami berhaji untuknya, aku menutup telingaku dengan kapas agar tidak mendengar ucapan Muhammad. Akan tetapi, tatkala aku memasuki masjid, aku melihat seseorang sedang shalat di sisi Ka’bah dengan shalat yang berbeda dengan tata cara shalat kami. Melakukan ibadah yang berbeda dengan tata cara ibadah kami. Pemandangan itu membuatku senang. Ibadahnya menakjubkanku dan aku merasa diriku lebih rendah daripadanya.”
Kemudian Thufail tetap berada di sana hingga Rosululloh pergi dari Baitulloh. Ia pun membuntutinya sampai ke rumahnya. Ketika ia masuk rumah, ia pun ikut masuk, lalu berkata, “Ya Muhammad, kaummu telah menceritakan semua tentangmu kepadaku . Demi Alloh, mereka selalu menakut-nakutiku dengan perbuatanmu sehingga aku menutup telingaku dengan kapas agar tidak mendengar perkataanmu. Tetapi Alloh tetap memperdengarkan ucapanmu ke telingaku. Dan aku mendengar sesuatu yang baik, maka katakanlah semuanya kepadaku.”
Lalu Rosululloh shallallahu ‘alaihi wa sallam pun mengatakan semuanya, beliau membacakan surah Al-Ikhlas dan Al-Falaq. Ketika itu, ia membentangkan telapak tangan kepadanya dan bersaksi bahwa tiada ilah yang haq untuk disembah melainkan Alloh dan Muhammad adalah utusan Alloh, dan ia pun memeluk Islam.
Demikianlah sedikit kisah mengenai masuk islamnya Thufail bin Amr Ad-Dausi rodhiyallohu ‘anhu.
Thufail adalah orang yang tetap menerima kebenaran islam walau orang lain menakut-nakutinya dengan kejelekan islam karena ia mengetahui bahwa islam adalah agama yang baik, mengajak manusia kepada penyembahan ilah yang haq. Oleh karena itu tidak ada keraguan mengenai islam. Islam adalah agama yang benar-benar bersumber dari Robb Yang Maha Pencipta alam dan seluruh isinya.
Hal ini dapat menjadi pelajaran bagi kita, agar jangan sampai mengikuti perkataan orang-orang jahiliyah atau musuh-musuh Alloh untuk menjelekkan islam. Mereka hanya melihat Islam dengan sebelah mata, yang ada di pikiran mereka adalah Islam yang kejam dan tidak manusiawi, itu semua dikarenakan kebencian dan kedengkian mereka terhadap Islam. Yang mereka inginkan adalah hancurnya Islam dan kaum muslimin.
Sudah seharusnya bagi kita untuk memuliakan Islam, karena islam adalah agama yang lurus, membawa kepada kebenaran dan menjanjikan kehidupan yang lebih baik dari dunia dan seisinya di surga yang penuh kenikmatan, serta memandang wajah Alloh sang Pencipta alam semesta yang merupakan kenikmatan puncak bagi setiap orang yang beriman.
Itulah kekuasaan Alloh untuk membuktikan kepada kita bahwa kebenaran hanya ada pada islam, dan tidak akan dijumpai sedikitpun pada selainnya. Wallohu ‘alam…..

0 komentar:

Poskan Komentar

Jazakallah