Blogroll

Bahwa Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Barangsiapa mengajarkan suatu ilmu, maka dia mendapatkan pahala orang yang mengamalkannya, tidak mengurangi dari pahala orang yang mengamalkannya sedikitpun".
"Barangsiapa dikehendaki baginya kebaikan oleh Allah, maka Dia akan memberikan PEMAHAMAN AGAMA kepadanya.” (HR. Bukhari no. 71 dan Muslim no. 1037)

Pages

Minggu, 12 Juni 2011

Hukum Shaum ‘Asyura

Shaum ‘Asyura
Bagaimana pendapat anda berpuasa setelah hari ‘asyuro dan yang masyru’ berpuasa sebelumnya, apakah berpuasa setelah ‘asyuro terdapat dalilnya dari hadits sohih?
Jawab:
Dalam musnad Imam Ahmad terdapat hadits :
صُوْمُوْا يَوْماً قَبْلَهُ أَوْ يَوْماً بَعْدَهُ خَالِفُوا اْليَهُوْدَ
“Berpuasalah kalian sehari sebelumnya atau sehari sesudahnya, selisihilah yahudi”.
Dalam menyelisihi Yahudi bisa dengan berpuasa sehari sebelumnya, yaitu tanggal 9 Muharram, sebagaimana sabda Nabi SAW :
لَئِنْ بَقَيْتُ إِلَى قَابِلٍ لَأَصُوْمَنَّ التَّاسِعَ
Kalaulah tahun depan masih hidup, sungguh aku akan berpuasa pada hari ke sembilan
Maksudnya bersamaan dengan hari yang ke 10 Muharram. Bisa juga dengan berpuasa pada hari setelahnya, karena Yahudi dahulu hanya berpuasa pada tanggal 10 Muharram saja. Maka menyelisihi Yahudi bisa dilakukan dengan berpuasa sebelum atau sesudah tanggal 10 Muharram. Ibnu Qayyim RHM menyebutkan dalam kitab ZadulMa’ad, bahwa puasa ‘Asyura ada 4 cara:
Bisa berpuasa pada hari ke sepuluh saja, atau dengan hari kesembilannya, atau dengan hari kesebelasnya, atau berpuasa pada ketiga hari tersebut (9,10 dan 11).

0 komentar:

Poskan Komentar

Jazakallah