Blogroll

Bahwa Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Barangsiapa mengajarkan suatu ilmu, maka dia mendapatkan pahala orang yang mengamalkannya, tidak mengurangi dari pahala orang yang mengamalkannya sedikitpun".
"Barangsiapa dikehendaki baginya kebaikan oleh Allah, maka Dia akan memberikan PEMAHAMAN AGAMA kepadanya.” (HR. Bukhari no. 71 dan Muslim no. 1037)

Pages

Senin, 13 Juni 2011

Ketika Waktu Adzan Subuh yang Kepagian




Soal:
Assalamu'alaikum.
Taqaballallahu minna wa minkum.
Ustad saat ini di tempat saya ada yang mengatakan bahwa adzan subuh saat ini kepagian atau belum waktunya subuh (jadwal yang ada di Indonesia untuk Adzan subuh itu belum waktunya fajar shadiq). Mohon penjelasannya tentang hal di atas, dan berapa menit lamanya antara fajar kadzib dan fajar shadiq?

Jazakumullah khair,

Wassalam,
Abu Qahthan

Jawab:
بسم الله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه ومن والاه، أما بعد؛
Wa’alaikum salam.
Memang benar itu, bahkan tidak Cuma di Indonesia tapi di seluruh belahan dunia rata-rata tidak pas waktu alias kepagian. Hanya saja masing-masing tempat berbeda selisih waktunya, ada yang pendek (sekitar 5 menit) tapi ada juga yang sampai 30 menit sebelum masuk waktu.
Kesalahan ini berangkat dari terlalu bertumpunya kita selama ini thd Jadwal Shalat Abadi yang disusun ”hanya” berdasarkan hisab falaki, bukan dengan ru’yah (alias dengan mengamati langsung). Antum bisa baca informasi selengkapnya tentang hal ini di www.qiblati.com di pojok fajar. Silakan download semua artikel dan gambar yg ada di sana.
Untuk selang antara fajar kadzib dengan fajar shadiq harus dilakukan pengamatan langsung, tapi ala kulli haal, bila antum tinggal di solo dan sekitarnya maka tidak perlu repot2, cukup setel radio pada frekuensi FM 94,40 MHz, yaitu Radio Suara Al Qur’an yang diasuh oleh Ma’had Al Ukhuwwah Sukoharjo.
Ana pernah telepon langsung ke Muadzin-nya dan menanyakan tentang standar waktu mereka dalam mengumandangkan adzan, ternyata mereka memakai RU’YAH LANGSUNG SETIAP HARI UNTUK SHALAT 5 WAKTU, dan ini sesuatu yang sangat-sangat baik dan paling sesuai sunnah Rasulullah, serta paling terjamin keakuratannya. Mereka bisa melakukan hal tersebut karena lokasi mereka di pesawahan yang tidak banyak cahayanya, jadi fajar bisa terlihat, meski tidak tiap hari, jadi saat terlihat mereka adzan berdasarkan itu, namun saat tidak terlihat maka adzannya seperti kemarinnya.

0 komentar:

Poskan Komentar

Jazakallah