Blogroll

Bahwa Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Barangsiapa mengajarkan suatu ilmu, maka dia mendapatkan pahala orang yang mengamalkannya, tidak mengurangi dari pahala orang yang mengamalkannya sedikitpun".
"Barangsiapa dikehendaki baginya kebaikan oleh Allah, maka Dia akan memberikan PEMAHAMAN AGAMA kepadanya.” (HR. Bukhari no. 71 dan Muslim no. 1037)

Pages

Sabtu, 07 Mei 2011

Walimah Khataman Alquran dan Doa Khataman




Secara bahasa, kata “al-walimah” merupakan turunan dari kata “al-walamu“, yang artinya ‘tali kekang’ (Al-Mu’jam Al-Wasith, kata: Al-Walamu), dan setiap kata yang menjadi turunan kata “al-walamu” memiliki arti yang mendekati makna “kumpul”, “menyatu”, atau “bergabung”. Oleh karena itu, sempurnanya sesuatu, dalam bahasa Arab, disebut “al-walmah“, karena sesuatu itu akan sempurna jika semua unsur-unsurnya telah menyatu.
Sebagian pakar bahasa memberi arti “walimah” dengan, “Satu istilah untuk menyebut makanan dalam semua bentuk pesta.” Sementara, ulama lain membatasi penggunaan istilah “walimah” hanya khusus untuk penyebutan “makanan pesta pernikahan”. (Misbah Al-Munir, kata: Al-Walimah). Hidangan pesta pernikahan disebut “walimah“–yang memiliki keterkaitan arti dengan “berkumpul”-–karena hidangan ini digelar ketika pesta bertemunya pasangan suami dan istri.
Secara istilah, “walimah” artinya ‘setiap makanan yang dihidangkan untuk suatu kegembiraan yang baru, baik karena acara pernikahan atau yang lainnya’. (Al-Mausu’ah Al-Fiqhiyah Al-Kuwaithiyah, 1:80)
Ringkasnya, walimah memiliki dua unsur:
a. Acara kumpul, mengundang banyak orang (tidak hanya anak dan keluarga seisi rumah).
b. Makan bersama.

0 komentar:

Poskan Komentar

Jazakallah