Blogroll

Bahwa Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Barangsiapa mengajarkan suatu ilmu, maka dia mendapatkan pahala orang yang mengamalkannya, tidak mengurangi dari pahala orang yang mengamalkannya sedikitpun".
"Barangsiapa dikehendaki baginya kebaikan oleh Allah, maka Dia akan memberikan PEMAHAMAN AGAMA kepadanya.” (HR. Bukhari no. 71 dan Muslim no. 1037)

Pages

Jumat, 19 Agustus 2011

Surat Ku Untuk Mu

 

Alhamdulilah.....

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,
Apa kabar saudaraku yang dimuliakan Allah? Mudah-mudahan Allah memberimu hidayah atas ketidakthuanmu tentang tuduhan kepadaku sebagai Khawarij sesat.
Alasan apa yang menjadikan kalian menuduh kami Khawarij? Jika karena penampilan saudara kami bercelana cingkrang berjenggot panjang kalian tuduh sebagai Khawarij, maka kami rela disebut Khawarij. Padahal sesungguhnya celana cingkrang dan berjenggot ini kami lakukan sebagai upaya menghidupkan sunnah Rasulullah di saat orang ramai meruntuhkannya.
Jika karena niqab dan hijab lebar saudari kami menjadikan kalian menuduhnya sebagai Khawarij, maka saksikanlah, kami rela disebut Khawarij. Padahal sesungguhnya niqab dan cadar ini telah menjadi pakaian takwa wanita-wanita mulia di sisi Rasulullah. Diperkuat dengan nas syar’i dalam surat Al Ahzab 59 dan An Nur 31.
Jika karena tangan kami menolak berjabat tangan dengan lawan jenis bukan mahram membuat kalian menuduh kami sebagai Khawarij sesat yang menutup diri dan tidak menghargai perbedaan agama, sesungguhnya tiada beban bagi kami memegang prinsip Islam, meski tuduhan Khawarij kalian lekatkan pada kami.
Jika karena sikap kami yang tidak mau patuh dan tunduk pada pemerintah yang tidak menerapkan hukum islam menjadikan kalian menyudutkan kami dengan gelar Khawarij, maka kami pun rela dengan tuduhan ini. Karena sesungguhnya tidak pantas bagi kami taat pada hukum yang berasal dari manusia, ayat-ayat yang dicetuskan dan ditulis oleh manusia yang tidak paham akan hukum syar’i. Tidak patut pula bagi kami menentang firman Allah dalam surat An-Nahl ayat 106:
“Barangsiapa kafir kepada Allah setelah beriman (mereka akan mendapatkan kemurkaan Allah), kecuali orang yang dipaksa kafir padahal hatinya tetap tenang dalam keimanan (maka tiada dosa baginya), akan tetapi barangsiapa yang melapangkan dadanya untuk kekafiran, kemurkaan Allah padanya, dan baginya azab yang pedih.”
Sangat jelas peringatan Allah di atas, bagi yang melapangkan dadanya untuk kekafiran, patuh pada hukum syirik yang berslogan demokrasi, maka murka Allah menimpa padanya. Kami pun rela kalian tuding Khawarij, jika konsekuensi kepatuhan pada firman Allah di atas memang demikian.
Jika karena pembelaan pada saudara-saudara kami di Palestina, Pattani, Chechnya, Afghanistan dan Somalia yang ditindas penjajah Amerika membuat kalian gerah lalu memberikan titel Khawarij dan teroris kepada kami, maka saksikanlah  bahwa ini adalah resiko memurnikan tauhid yang sedikitpun tidak dapat mematahkan ghirah kami  berjuang melawan penjajah dengan segala kemampuan kami. Rasulullah bersabda, “Seorang muslim adalah saudara bagi muslim yang lain, tidak boleh menyerahkannya pada musuh, tidak boleh menzalimi, tidak boleh menelantarkannya” (HR Bukhari).
Muslim dibelahan bumi manapun adalah saudara kami yang harus kami jaga dari gangguan musuh, hal ini berdasarkan hadits di atas, jadi wajib membela muslim yang sedang ditindas Amerika, meskipun kalian menuduh kami sebagai Khawarij.

0 komentar:

Poskan Komentar

Jazakallah