Blogroll

Bahwa Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Barangsiapa mengajarkan suatu ilmu, maka dia mendapatkan pahala orang yang mengamalkannya, tidak mengurangi dari pahala orang yang mengamalkannya sedikitpun".
"Barangsiapa dikehendaki baginya kebaikan oleh Allah, maka Dia akan memberikan PEMAHAMAN AGAMA kepadanya.” (HR. Bukhari no. 71 dan Muslim no. 1037)

Pages

Rabu, 03 Agustus 2011

Meng-up grade hidup di bulan penuh berkah

Segala puji bagi Allah SWT. Shalawat dan salam senantiasa dilimpahkan kepada Rasulullah SAW, keluarga, shahabat, dan umatnya yang senantiasa mengikuti sunnahnya. Amma Ba’du…
Di antara karunia Allah SWT kepada umat Nabi Muhammad SAW adalah Allah SWT menyediakan musim-musim tertentu yang diramaikan dengan amal-amal kebajikan, jiwa-jiwa manusia pada saat tersebut disiapkan untuk berama shalih, dan hati mereka berkonsentrasi dalam pengabdian diri kepada Allah SWT, semata-mata demi mengharapkan ampunan dan ridha-Nya.
Di antara musim panen kebajikan yang paling agung adalah bulan yang mulia, Ramadhan yang penuh berkah ini. Allah telah mewajibkan shaum Ramadhan kepada kita agar kita mampu merubah diri kita ke arah kehidupan yang lebih baik; mampu mencegah diri dari godaan hawa nafsu dan menyapih jiwa dari kebiasaan-kebiasaan yang tidak bermanfaat.
*- Ramadhan adalah saat yang tepat untuk merubah diri bagi orang yang selama ini melalaikan shalat; orang yang sama sekali malas mengerjakan shalat, atau menunda-nunda pelaksanaan shalat dari waktunya, atau tidak menunaikan shalat wajib lima waktu secara berjama’ah di masjid. Ramadhan adalah bulan perubahan diri menuju pribadi muslim yang rutin mengerjakan shalat lima waktu secara berjama’ah di masjid di awal waktunya. Shalat adalah amalan yang pertama kali akan dihisab pada hari kiamat; jika shalatnya  baik niscaya seluruh amalan lainnya akan baik. Demikian pula, jika shalatnya buruk maka seluruh amalan lainnya akan buruk.
*- Ramadhan adalah momen yang tepat untuk memperbaiki diri bagi orang yang biasa mengumbar obrolan. Dengan Ramadhan, ia akan merubah dirinya agar tidak berbicara kecuali dengan perkataan yang baik. Apa yang ia ucapkan hanyalah perkataan-perkataan yang baik nan bermanfaat. Perkataan yang baik adalah sedekah. Menjaga lisan adalah jalan untuk masuk surga dan selamat dari api neraka.
فعن أبي هريرة رضي الله عنه أن النبي صلى الله عليه وسلم قال : « إن العبد ليتكلم بالكلمة من رضوان الله لا يلقي لها بالاً يرفعه الله بها درجات وإن العبد ليتكلم بالكلمة من سخط الله لا يلقي لها بالاً يهوي بها في جهنم »
Dari Abu Hurairah bahwasanyya Nabi SAW bersabda, “Sesungguhnya seorang hamba terkadang mengucapkan sebuah kalimat yang mendatangkan ridha Allah SWT tanpa ia sangka-sangka, ternyata dengan kalimat tersebut Allah SWT mengangkatnya beberapa derajat. Dan terkadang seorang hamba mengucapkan sebuah kalimat yang mendatangkan murka Allah SWT tanpa ia pikirkan sebelumnya, ternyata dengan ucapan tersebut ia terjatuh ke dalam neraka Jahanam.” (HR. Bukhari, kitab ar-riqaq no. 5997)
*- Ramadhan adalah saat yang tepat untuk memperbaiki diri bagi orang yang tengah bersengketa dengan orang lain, untuk memberi maaf dan melupakan persengketaan. Allah SWT berfirman:
فَاعْفُواْ وَاصْفَحُواْ حَتَّى يَأْتِيَ اللّهُ بِأَمْرِهِ إِنَّ اللّهَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ
Maka maafkanlah dan biarkanlah mereka, sampai Allah mendatangkan perintah-Nya. Sesungguh-Nya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.” (QS. Al-Baqarah (2):109)
-* Ramadhan adalah waktu yang tepat bagi orang-orang yang tenggelam dalam kubangan dosa dan maksiat untuk segera bertaubat dan kembali ke jalan Allah SWT. Allah SWT berfirman:
غَافِرِ الذَّنبِ وَقَابِلِ التَّوْبِ شَدِيدِ الْعِقَابِ ذِي الطَّوْلِ لاَ إِلَـهَ إِلاَّ هُوَ إِلَيْهِ الْمَصِيرُ
 “Yang mengampuni dosa dan menerima taubat lagi keras hukuman-Nya; Yang mempunyai karunia. Tiada Ilah (yang berhak disembah) selain Dia. Hanya kepada-Nyalah kembali (semua makhluk). (QS. Ghafir (40): 3)
*- Ramadhan adalah waktu yang tepat bagi orang-orang yang biasa tidak membaca, menghafal, memahami, dan mengamalkan Al-Qur’an untuk memperbaiki dirinya dengan menjadikan Al-Qur’an sebagai rutinitas amalan yang ia jaga setiap hari. 
*- Ramadhan adalah saat yang tepat bagi orang yang memiliki sifat kikir untuk memperbanyak sedekah di jalan Allah. Allah akan mengembangka harta orang yang bersedekah sehingga sedekah yang kecil bisa berkembang pahalanya sebesar gunung. Allah SWT berfirman:
يَمْحَقُ اللّهُ الْرِّبَا وَيُرْبِي الصَّدَقَاتِ
Allah memusnahkan riba dan menyuburkan sedekah.“ (QS. Al-Baqarah (2): 276)
* Ramadhan adalah momen yang tepat bagi orang-orang yang lalai dari dzikir untuk memperbaiki dirinya, dengan memperbanyak dzikir di waktu siang dan malam. Allah SWT berfirman:
يأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ اذْكُرُواْ اللَّهَ ذِكْراً كَثِيراً ، وَسَبِّحُوهُ بُكْرَةً وَأَصِيلا
Hai orang-orang yang beriman, berzikirlah (dengan menyebut nama) Allah, zikir yang sebanyak-banyaknya. Dan bertasbihlah kepada-Nya di waktu pagi dan petang.” (QS. Al-Ahzab (33): 41-42)
Nabi Muhammad SAW telah berwasiat kepada umatnya untuk memperbanyak dzikir. Beliau bersabda,
لاَ يَزَالُ لِسَانُكَ رَطْبًا مِنْ ذِكْرِ اللَّهِ
“Hendaklah lisanmu selalu basah dengan dzikir kepada Allah.” (HR. Tirmidzi no. 3702)
*- Ramadhan adalah waktu yang tepat bagi orang yang biasa berdusta, untuk merubah diri dengan meninggalkan kebiasaan buruk tersebut dan membiasakan diri berkata jujur. Nabi SAW ditanya, “Apakah mungkin seorang mukmin itu menjadi seorang pendusta?” Beliau menjawab, “Tidak.” Beliau juga bersabda, “Seseorang akan senantiasa berkata jujur dan berusaha selalu berkata jujur sehingga di sisi Allah dicatat sebagai seorang yang jujur.” (Musnad Ahmad no. 3896)
*- Ramadhan adalah momen yang tepat bagi orang yang memutus hubungan kekeluargaan, untuk memperbaiki diri dengan menyambung hubungan kekeluargaan. Sesungguhnya menyambung hubungan kekeluargaan akan menambah rizki dan memanjangkan umur. Barangsiapa menyambung hubungan kekeluargaan, niscaya Allah akan menyambung hubungan dengan-Nya.
Saudaraku yang mulia…
Agar Anda mampu memperbaiki diri Anda, maka Anda harus mau mengadapi kesalahan-kesalahan dan kemaksiatan-kemaksiatan Anda. Janganlah Anda menghindar darinya dengan mencari-cari alasan pembenaran.
Ketahuilah…
Sesungguhnya Anda tidak akan mampu memperbaiki keadaan diri Anda kecuali jika Anda memiliki tekad dan sikap yang kuat untuk berubah ke arah kehidupan yang lebih baik. Hendaklah Anda serius berusaha untuk memperbaiki diri Anda sejak sekarang, janganlah Anda menunda-nundanya.
Jangan berkata: Darimana aku harus memulai? Ketaatan kepada Allah adalah awal langkahmu…
Jangan berkata: Mana jalanku? Syariat Allah adalah jalan yang lurus…
Jangan berkata: Mana kenikmatan hidupku? Cukuplah Surga Allah sebagai kenikmatan…
Jangan berkata: Besok saja! Boleh jadi kematian tiba-tiba menjemputmu…
Ketahuilah…
Kewajiban Anda adalah memulai, niscaya Allah akan menyempurnakannya.
Allah berfirman:
« ابن آدم ، قم إلي أمشي إليك ، امش إلي أهرول أليك »
“Wahai anak manusia, bangkit berdirilah kepada-Ku niscaya Aku datang berjalan kepadamu! Berjalanlah dengan pelan kepada-Ku niscaya Aku berjalan cepat kepadamu!” (HR. Ahmad, 3/478, dinyatakan shahih oleh syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani dalam Silsilah Al-Ahadits Ash-Shahihah no. 2287)
Mintalah pertolongan kepada Allah di awal dan akhir usahamu. Pancangkan niat dan tekad yang kuat dalam jiwamu untuk memperbaiki dirimu ke arah kehidupan yang lebih baik!
Ketahuilah… perbaikan diri harus dimulai dari lubuk hatimu yang paling dalam!
Ketahuilah… Allah tidak akan merubah keadaan sebuah kaum sehingga kaum tersebut berusaha memperbaiki keadaan diri mereka sendiri!
Latihlah dirimu dan biasakan diri untuk melakukan amal ketaatan!
Mintalah pertolongan kepada Allah agar senantiasa membimbingmu ke jalan yang Ia cintai dan ridhai.
Camkanlah semboyanmu:
Kan kuanggap mudah segala kesukaran
Sampai kematian menjemputku
Cita-cita tak kan tunduk kecuali
Kepada orang yang sabar
Jika engkau tergelincir dari jalan yang harus ditempuh, maka bersegeralah kembali ke jalan…
Bertaubatlah kepada Allah…
Bukalah lembaran baru dalam hidupmu…
Perbaharuilah selalu niatmu…
Ketahuilah…
jika kau tidak mampu memperbaiki dirimu di bulan Ramadhan, niscaya selamanya kau  tidak akan mampu memperbaiki dirimu…
Bahkan, aku menduga sebenarnya engkau tidak ada niat untuk memperbaiki diri…
Engkau termasuk orang-orang yang terhalang dari kebaikan dan akhirnya merugi.
Rasulullah SAW bersabda:
« أَتَانِي جِبْرِيلُ ، فَقَالَ : رَغِمَ أَنْفُ رَجُلٍ أَدْرَكَ رَمَضَانَ فَلَمْ يُغْفَرْ لَهُ ، قُلْ : آمِينَ ، فَقُلْتُ : آمِينَ »
Malaikat Jibril datang kepadaku dan berkata: “Alangkah merugi dan hina seseorang yang mendapati bulan Ramadhan, namun ia tidak mendapat ampunan Allah. Katakanlah: Amin!” Maka Aku (Nabi SAW) menjawab, “Amin.” (HR. Al-Bazzar no. 1405)
Akhirnya…
Engkau harus memiliki target yang jelas yang ingin kau gapai…sebagai tujuan hidupmu…kau konsentrasikan usahamu untuknya…
Tidak diragukan lagi…target paling agung dan paling tinggi yang selalu hendak digapai oleh seorang mukmin di bulan yang mulia ini…adalah Allah SWT menyelamatkannya dari api neraka.
Ya Allah, jadikanlah aku termasuk dalam golongan hamba-Mu yang Engkau bebaskan dari neraka dan Engkau terima amal shalihnya di bulan yang mulia ini.

Risalah Ramadhan Arrahmah

0 komentar:

Poskan Komentar

Jazakallah