Blogroll

Bahwa Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Barangsiapa mengajarkan suatu ilmu, maka dia mendapatkan pahala orang yang mengamalkannya, tidak mengurangi dari pahala orang yang mengamalkannya sedikitpun".
"Barangsiapa dikehendaki baginya kebaikan oleh Allah, maka Dia akan memberikan PEMAHAMAN AGAMA kepadanya.” (HR. Bukhari no. 71 dan Muslim no. 1037)

Pages

Selasa, 09 Agustus 2011

BAB VI TRANSFORMASI FASE PADA LOGAM



Segala puji bagi Allah Azza Wa Jalla, shalawat dan salam semoga selalu terlimpah kepada Nabi Muhammad Shalallahu ‘alayhi Wassalam, keluarganya, sahabatnya dan orang-orang yg mengikuti beliau hingga hari kiamat.
Alhamdulillah,Saya akhirnya menyempatkan untuk mem-postingkan artikel berikut :



Sebagian besar transformasi bahan padat tidak terjadi terus menerus sebab
ada  hambatan  yang  menghalangi  jalannya  reaksi  dan  bergantung  terhadap
waktu. Contoh : umumnya transformasi membentuk minimal satu fase baru yang
mempunyai  komposisi  atau struktur  kristal  yang berbeda dengan bahan induk
(bahan  sebelum  terjadinya  transformasi).  Pengaturan  susunan  atom  tejadi
karena proses difusi.
Secara  stuktur  mikro,  proses pertama yang terjadi  pada transformasi  fasa
adalah  nukleasi yaitu pembentukan partikel  sangat  kecil  atau nuklei  dari  fase
baru. Nuklei ini akhirnya tumbuh membesar membentuk fasa baru. Pertumbuhan
fase ini  akan selesai  jika pertumbuhan tersebut berjalan sampai  tercapai  fraksi
kesetimbangan.
Laju  transformasi  yang  merupakan  fungsi  waktu  (sering  disebut  kinetika
transformasi)  adalah  hal  yang  penting  dalam perlakuan  panas  bahan.  Pada
penelitian kinetik akan didapat kurva S yang di plot sebagai  fungsi fraksi bahan
yang bertransformasi vs waktu (logaritmik) .
Fraksi transformasi , y di rumuskan:



TRANRFORMASI MULTI FASA

Transformasi  fasa  bisa  dilakukan  dengan  memvariasikan  temperatur  ,
komposisi dan tekanan. Perubahan panas yang terjadi bisa dilihat pada diagram
fasa.  Namun  kecepatan  perubahan  temperatur  berpengaruh  terhadap
perkembangan  pembentukan  struktur  mikro.  Hal  ini  tidak  bisa  diamati  pada
diagram fasa komposisi  vs temperatur.
Posisi ketimbangan yang dicapai pada proses pemanasan  atau pendinginan
sesuai dengan diagram fasa bisa dicapai dengan laju yang sangat pelan sekali ,
sehingga hal  ini  tidak praktis. Cara lain yang dipakai  adalah  supercooling yaitu
transformasi  pada proses  pendinginan  dilakukan  pada temperatur  yang lebih
rendah, atau superheating yaitu transformasi pada proses pemanasan dilakukan
pada temperatur yang lebih tinggi .
*BAINITE*
Bainite  adalah  struktur  ferit  dan  sementit  yang  berbentuk  lidi  atau  plat
tergantung temperatur  transformasi.  Struktur  mikro bainit  adalah sangat  halus
sehingga  resolusinya  hanya  bisa  dilihat  dengan  mikroskop  elektron  .  Foto
mokroskop untuk bainit bisa dilihat pada gambar 10.8.
Temperatur  pembentukan  bainit  terjadi  dibawah  temperatur  pembentukan
pearlite yaitu diantara temperatur  215  oC-540 oC.  Kurva TTT untuk bainit  bisa
dilihat  pada  gb.  10.9.  Laju  pembentukan  bainit  akan  naik  dengan   naiknya
temperatur.

bab 6.b









DIAGRAM CONTINOUS COOLING TRANSFORMATION (CTT)
(TRANSFORMASI PENDINGINAN KONTINYU)
Perlakuan panas  isotermal  pengerjaannya tidak  praktis  karena temperatur
mesti  dijaga.  Disekitar  temperatur  eutectoid.  Sebagian besar  perlakuan panas
untuk baja mencakup pendinginan secara  kontinyu bahan sampai  temperatur
ruangan oleh sebab diagram TTT harus disesuaikan untuk pendinginan kontinyu
tersebut.

SIFAT MEKANIK BESI KARBON
• PEARLITE
Sementit bersifat lebih keras dan lebih rapuh dari perlit karena itu dengan
menaikan fraksi Fe3C pada baja sementara elemen lain konstan maka material
akan lebih keras dan lebih kuat,  grafik sifat  mekanik pearlit  bisa dilihat  pada
gambar 10.20.
SIFAT MEKANIK BESI KARBON
• PEARLITE
Sementit bersifat lebih keras dan lebih rapuh dari perlit karena itu dengan
menaikan fraksi Fe3C pada baja sementara elemen lain konstan maka material
akan lebih keras dan lebih kuat,  grafik sifat  mekanik pearlit  bisa dilihat  pada
gambar 10.20.
• PERAPUHAN TEMPER
Pada  proses  tempering  beberapa  baja  bisa  mengalami  penurunan
ketangguhan,  hal  ini  disebut  perapuhan temper. Fenomena ini  terjadi  bila baja
ditemper  pada  suhu  diatas  575 oC  dan  diikuti  pendinginan  lambat  sampai
temperatur ruangan, atau jika tempering dilakukan pada suhu antara 375 – 575 oC.
Perapuhaan ini  disebabkan oleh kandungan elemen lain dalam jumlah yang
cukup signifikan seperti  mangan,  nikel,  crom dan phospor,  arsen,  timah putih.
Perapuhan temper bisa dicegah dengan :
1. Pengontrolan komposisi
2. Tempering  diatas  575oC  atau  dibawah  375oC  diikuti  dengan
quenching pada temperatur ruang.
Ketangguhan baja yang telah mengalami  perapuhan bisa diperbaiki dengan
pemanasan samapai   kira-kira 600oC,  dan kemudian secara cepat  didinginkan
sampai temperatur dibawah 300oC.



File Pdf
Bab 6.a. File Selengkapnya Bisa Anda Klik Download
Bab 6.b. File Selengkapnya Bisa Anda Klik Download
Bab 6.c. File Selengkapnya Bisa Anda Klik Download
Bab 6.d. File Selengkapnya Bisa Anda Klik Download

0 komentar:

Poskan Komentar

Jazakallah