Blogroll

Bahwa Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Barangsiapa mengajarkan suatu ilmu, maka dia mendapatkan pahala orang yang mengamalkannya, tidak mengurangi dari pahala orang yang mengamalkannya sedikitpun".
"Barangsiapa dikehendaki baginya kebaikan oleh Allah, maka Dia akan memberikan PEMAHAMAN AGAMA kepadanya.” (HR. Bukhari no. 71 dan Muslim no. 1037)

Pages

Sabtu, 14 Januari 2012

Hafshoh Binti ‘Umar Rodhiyallohu ’anhuma

Ummahatul mukminin Hafshoh binti Umar Rodhiyallohu ’anhuma.
Dia adalah ummul mukminin yang gemar sholat dan shoum. Sebelumnya Hafshoh telah dinikahi oleh sahabat Khunais bin Khudzafah AsSahmi yang ikut hijrah ke Habasyah dan Madinah. Akan tetapi Khunais syahid pada perang Uhud.
Ketika itu Hafshoh berusia 18 tahun. Meski hidup dirundung duka, namun keimanan dan keteguhan hati Hafshoh dapat meredam segala yang terjadi dan menerpa pada dirinya. Ia sangat menyadari bahwa semua itu adalah takdir dari Alloh Subhanahu wa Ta’ala. Kesabaran, ketabahan, sikap hidup qona’ah dan waro’ Hafshoh selalu menyelimuti pribadinya. Ia pun memilih untuk bersabar menanti pengganti suami tercintanya yang telah mendahuluinya.
Umar bin Khottob rodhiyallohu ‘anhu sebagai ayah dari sohabiah yang dijuluki showwamah atau orang yang senantiasa shoum dan qowwamah atau orang yang senantiasa bangun malam ini, berusaha mencarikan teman hidupnya yang cocok. Umar berangan jika Hafshoh dipertemukan oleh Alloh dengan Utsman bin Affan, karena Utsman juga senasib dengan Hafshoh. Utsman telah ditinggal oleh istrinya yang tercinta, Ruqoyyah binti Rosululloh shallallahu ‘alaihi wasallam. Selain itu Utsman adalah sahabat Rosululloh yang terdekat.
Akan tetapi Alloh menghendaki lain, meski Umar, Sang Ayah, berkeinginan keras agar Hafshoh dapat dipertemukan dengan Utsman rodhiyallohu ‘anhu namun ternyata Utsman menyatakan ketidaksanggupannya dengan halus. Selain Utsman, Abu Bakar juga diberi tawaran untuk mempersunting Hafshoh. Namun, ternyata belum juga dikehendaki oleh Alloh.
Sebagai seorang ayah, Umar tetap berusaha mencarikan pasangan hidup untuk anaknya. Setelah beberapa langkah ia tempuh dan Alloh belum membukakan jalan, akhirnya semua permasalahannya diadukan kepada Rosululloh shallallahu ‘alaihi wasallam. Setelah diadukan kepada Rosululloh, hati Umar pun merasa tenteram. Dahaga yang diresahkan Umar, disiram dengan kesejukan kata mulia dari makhluk Alloh yang paling mulia, Rosululloh shallallahu ‘alaihi wasallam.
Rosululloh pun berkata, bahwa Hafshoh akan menikah dengan yang lebih baik dari Utsman. Dan Utsman akan menikah dengan yang lebih baik dari Hafshoh.
Demikianlah sedikit kisah dari Ummahatul Mukminin Hafshoh binti Umar rodhiyallohu ‘anha, ibu bagi orang-orang yang beriman karena telah menjadi istri dari orang yang termulia, Rosululloh shallallahu ‘alaihi wasallam. Darinya kita dapat mengambil hikmah yaitu:
Alloh telah mempertemukan Hafshoh dengan manusia teragung di dunia ini, Rosululloh shallallahu ‘alaihi wasallam. Hal ini belum pernah terbayangkan oleh Hafshoh, bahkan Umar sendiri sebagai ayahnya. Itulah bukti bahwa kesabaran dapat menjanjikan sejuta kesenangan di hari depan, yang tidak pernah terlintas di benak manusia. Manusia hanya mampu melihat segala yang kasat mata, sementara penglihatan Alloh lebih tajam dari apa yang ada di sisi manusia. Disinilah letak ‘ibrah atau pelajaran bagi kita semua. Terkhusus bagi wanita muslimah untuk mendalami dan meneladani sikap mulia, sikap kesabaran dari seorang ummahatul mukminin, agar tercipta kepribadian yang terpuji dan mulia. Meraih pahala berlipat ganda dari sisi Robb yang Maha Kuasa.
Sifat dari Ummahatul Mukminin Hafshoh binti Umar ini pun dapat diterapkan pada masa sekarang ini, yaitu bagi seorang wanita yang menginginkan pendamping bagi dirinya. Merupakan suatu keharusan bagi seorang wanita untuk mencari pendamping hidup berdasarkan kriteria kesholihan dan ketakwaan. Maka hikmah dari tindakan ini, seorang wanita akan hidup bahagia bersama pasangannya, karena kehidupannya selalu diselimuti dengan suasana ketakwaan dan keimanan kepada Alloh, serta saling mencinta karena Alloh Subhanahu wa Ta’ala. Wallohu ‘alam…..
fajri fm

0 komentar:

Poskan Komentar

Jazakallah