Blogroll

Bahwa Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Barangsiapa mengajarkan suatu ilmu, maka dia mendapatkan pahala orang yang mengamalkannya, tidak mengurangi dari pahala orang yang mengamalkannya sedikitpun".
"Barangsiapa dikehendaki baginya kebaikan oleh Allah, maka Dia akan memberikan PEMAHAMAN AGAMA kepadanya.” (HR. Bukhari no. 71 dan Muslim no. 1037)

Pages

Rabu, 14 September 2011

Pernikahan Dalam Islam (2)


II. KIAT MEMILIH CALON PASANGAN HIDUP
         Dari keterangan di atas telah diketahui bahwa wanita dinikahi karena 4 faktor, hartanya, kecantikannya, nasabnya dan agamanya. Islam menganjurkan agar mengutamakan karena factor agamanya agar beruntung didunia dan akhirat
Allah ta'ala dan Rosul Nya Shalallahu 'Alaihi Wasallam mencela orang-orang yang lebih mengutamakan factor kecantikan, harta dan nasab serta tidak memperhatikan agamanya. Sebagaimana dalam sabda Nabi Shalallahu 'Alaihi Wasallam :

لا تزوجوا النساء لحسنهن, فعسى حسنهن ان يرديهن, ولا تزوجوهن لاموالهن, فعسى اموالهن ان تطغيهن, ولكن تزوجوهن على الدين, ولامة خرماء سوداء ذات دين افضل

      Artinya :

     "Janganlah kau nikahi wanita disebabkan kkecantikannya, karena kecantikannya dapat mencelakakan dirinya, jangan pula kau nikahi wanita karena kekayaannya, karena kekayaanya membuat dia berani berbuat maksiyat, nikahilah wanita karena Dien nya. Sesungguhnya seorang budak wanita yang hitam dan pesek hidungnya Tapi ber dien yang baik, ini adalah lebih baik." (HR Ibnu Majah no 1849, attarghib Wat tarhiib 3/30).
Dalam sebuah riwayat rosulullah Shalallahu 'Alaihi Wasallam mengkiaskan tentang seorang wanita yang cantik tetapi tidak komitmen dan memahami agamanya dengan baik serta keluarganya berada dalam lingkungan tanpa agama yang benar sebagai rumput hijau yang tumbuh di atas kotoran (najis)
     Dalam sebuah riwayat rosulullah Shalallahu 'Alaihi Wasallam mengkiaskan tentang seorang wanita yang cantik tetapi tidak komitmen dan memahami agamanya dengan baik serta keluarganya berada dalam lingkungan tanpa agama yang benar sebagai rumput hijau yang tumbuh di atas kotoran (najis). Rumput menghijau sebentar karena tanahnya subur dengan zat-zat makanan di dalamnya, jika zat-zat makanan itu telah habis maka rumputpun mulai menguning, layu dan mati. Itulah gambaran kefanaan dan kepalsuan pada jasad manusia yang hanya mementingkan kecantikan lahiriyah.
     Dari Abi Sa'id al khudri RA bahwa Rosulullah Shalallahu 'Alaihi Wasallam telah bersabda :

اياكم و خضراء الدمن, قالوا : و ما خضراء الدمن؟ قال : المراة في المنبت السوء
     Artinya :

      "Hati-hatilah kalian denga tumbuhan hijau yang berada di tempat kotor!" Para
       sahabat bertanya : "  Apakah yang dimaksud tumbuhan hijau berada di tempat
       yang kotor wahai Rosulullah SAW?" Beliau SAW menjawab : " Wanita yang
       cantik yang berada dilingkungan yang buruk." (HR ad Daruquthni dan ibnu Ady
       lihat aj jarh wat Ta'diil 4/139, 5/369, Musnad asy-Syihab 2/96- no 957).


A.    KRITERIA PASANGAN HIDUP YANG IDEAL

1.   Taat kepada Allah SWT dan Rosul Nya serta cinta jihad fii sabiilillah

Firman Allah ta'ala :
Artinya :

 "Hai isteri-isteri nabi, kamu sekalian tidaklah seperti wanita yang lain, jika kamu bertakwa. Maka janganlah kamu tunduk* dalam berbicara sehingga berkeinginanlah orang yang ada penyakit dalam hatinya** dan ucapkanlah perkataan yang baik,
Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu*** dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang Jahiliyah yang dahulu**** dan Dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan taatilah Allah dan Rasul-Nya. Sesungguhnya Allah bermaksud hendak menghilangkan dosa dari kamu, Hai ahlul bait***** dan membersihkan kamu sebersih-bersihnya. Dan ingatlah apa yang dibacakan di rumahmu dari ayat-ayat Allah dan hikmah (sunnah nabimu). Sesungguhnya Allah adalah Maha Lembut lagi Maha Mengetahui." ( QS. Al Ahzaab ; 32-34 ).

* Yang dimaksud dengan tunduk di sini ialah berbicara dengan sikap yang menimbulkan keberanian orang bertindak yang tidak baik terhadap mereka.
**  Yang dimaksud dengan dalam hati mereka ada penyakit ialah: orang yang mempunyai niat berbuat serong dengan wanita, seperti melakukan zina.
***  Maksudnya: isteri-isteri Rasul agar tetap di rumah dan ke luar rumah bila ada keperluan yang dibenarkan oleh syara'. perintah Ini juga meliputi segenap mukminat.
****  Yang dimaksud Jahiliyah yang dahulu ialah Jahiliah kekafiran yang terdapat sebelum nabi Muhammad s.a.w. dan yang dimaksud Jahiliyah sekarang ialah Jahiliyah kemaksiatan, yang terjadi sesudah datangnya Islam.
*****  Ahlul bait di sini, yaitu keluarga rumah tangga Rasulullah Shalallahu 'Alaihi Wasallam

Firman Allah ta'ala :

Artinya :

Katakanlah: "Jika bapak-bapak , anak-anak , saudara-saudara, pasangan-pasangan hidup kalian, kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya, dan tempat tinggal yang kamu sukai, adalah lebih kamu cintai dari Allah dan RasulNya dan dari berjihad di jalan nya, Maka tunggulah sampai Allah mendatangkan Keputusan NYA". dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang fasik." ( QS. At Taubah ; 24 ).
2.    Taat kepada suami dalam semua hal yang sesuai dengan syari'at, menjaga kehormatan suami di saat suami ada atau tidak, serta menjaga harta suaminya.
Bersabda Rosulullah SAW :
ايما امراة ماتت وزوجها عنها راض دخلت الجنة
Artinya :

 "Setiap istri yang meninggal dunia dan diridhoi suaminya, maka dia akan masuk syurga." ( HR. at Tirmidzi no 1081 dan Ibnu Majah no 1844 ).

3.    Menjaga sholat 5 waktu, berpuasa di bulan Ramadhan, menjaga lisan dan farjinya serta berakhlak mulia.
Bersabda Rosulullah SAW :

اذا صلت المراة خمسها, و صامت شهرها, وحفظت فرجها, واطاعت زوجها, قيل لها : ادخلي الجنة من اي ابواب الجنة شئت
Artinya :

 "jika seorang istri telah menunaikan sholat lima waktu, dan shoum di bulan Ramadhan, dan menjaga kemaluannya dari yang haram serta taat kepada suaminya, maka akan dipersilahkan kepadanya : masuklah ke syurga dari pintu mana saja kamu suka!" ( HR Ahmad no 1573 dari Abdurrohman bin 'Auf).
4.    Memakai jilbab yang menutup seluruh auratnya dan tidak pamer kecantikan (tabarruj) seperti wanita jahiliyyah dan tidak berbincang-bincang dan berduaan dengan laki-laki yang bukan mahromnya karena yang ketiga adalah syaithon.
Firman Allah ta'ala :

Artinya :

 "Hai nabi, Katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: "Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka". yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, Karena itu mereka tidak di ganggu. dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." ( QS. Al Ahzab ; 59 ).
Firman Allah ta'ala :
   
Artinya :

 "Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang Jahiliyah yang dahulu dan Dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan taatilah Allah dan Rasul-Nya. Sesungguhnya Allah bermaksud hendak menghilangkan dosa – dosa kalian….." ( QS. Al Ahzab ; 32-34).
5.    Taat kepada kedua orang tua dalam kebaikan dan berbuat baik kepada tetangga sesuai dengan syari'at.
Firman Allah ta'ala :

Artinya :

"Dan Tuhanmu Telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, Maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan "ah" dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia * Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah: "Wahai Tuhanku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua Telah mendidik Aku waktu kecil". ( QS. Al Israa ; 23-24 ).
* mengucapkan kata "ah" kepada orang tua tidak dlbolehkan oleh agama apalagi mengucapkan kata-kata atau memperlakukan mereka dengan lebih kasar daripada itu.
 Bersabda Rosulullah Shalallahu 'Alaihi Wasallam :

و الذي نفسي بيده, لا يؤمن عبد حتي يحب لجاره ما يحب لنفسه
Artinya :
       
        "Demi Allah yang jiwaku ditangan- Nya, tidaklah seseorang disebut beriman,
        sehingga ia mencintai tetangganya sebagaimana dia mencintai dirinya sendiri.
        ( HR. Bukhori Muslim )
6.    Bagi wanita tidak merasa berat di poligami, baik dzhohir dan bathinnya. Karena banyak mereka yang mengaku muslimah tapi ketika berbicara hal ini atau mengamalkannya, mereka menolak dengan seribu alasan, yang semuanya tidak bersesuaian dengan syari'at. Hal ini menunjukkan kwalitas keimanan seorang muslimah. (Insya Allah akan ada bab khusus yang akan membahas masalah ini secara lebih rinci.)
Begitu pula sebaliknya, laki-laki yang sholih adalah laki-laki yang taat kepada Allah ta'ala dan Rosul Nya Shalallahu 'Alaihi Wasallam, cinta jihad fi sabiilillah, taat kepada kedua orang tuanya dalam kebaikan, melaksanakan sholat lima waktu, berpuasa dibulan ramadhan, amanah, kuat, bertanggung jawab dan yang lainnya. Jika criteria ini berusaha diwujudkan, maka Insya Allah keluarga yang Islami juga mawaddah wa rahmah akan terwujud. bersambung

0 komentar:

Poskan Komentar

Jazakallah