Blogroll

Bahwa Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Barangsiapa mengajarkan suatu ilmu, maka dia mendapatkan pahala orang yang mengamalkannya, tidak mengurangi dari pahala orang yang mengamalkannya sedikitpun".
"Barangsiapa dikehendaki baginya kebaikan oleh Allah, maka Dia akan memberikan PEMAHAMAN AGAMA kepadanya.” (HR. Bukhari no. 71 dan Muslim no. 1037)

Pages

Jumat, 18 November 2011

Surat Terbuka untuk LDJ

Memurnikan tauhid adalah hal yang terpenting dalam peribadatan umat islam.Tanpa tauhid kepada Allah amal ibadah kita tidak akan pernah diterima allah.apakah tauhid itu? Tauhid adalah mengesakan allah,tidak ada illah yang lain yang patut disembah.kewajiban pertama yang harus dilakukan seorang hamba adalah mempelajari tauhidullah.
Tatkala nabi muhammad mengutus muadz bin jabal ke negeri yaman,
beliau mengatakan kepada muadz:

Sesungguhnya kamu akan datang kepada suatu kaum dari kalangan ahlul kitab,maka hendaknya yang pertama kali kamu serukan kepada mereka adalah agar mereka mentauhikan allah.(hr.al-bukhori)

Lantas..dalam ayat lain allah berfirman:

Dan sesunggunya kami telah mengutus rasul pada tiap umat (untuk menyerukan) : sembahlah allah(saja) dan jauhilah thaghut itu.(an-nahl:36)

Tapi ketika ada seruan untuk mengingatkan dalam kebenaran dari seorang teman aktivis dakwah kepada LDJ ,sepertinya diremehkan saja.Padahal hal ini seruan untuk menjahui thogut dan menjalankan jihad,bayangkan saja jika lembaga yang bergerak dalam islam aja tidak menjalankan secara kaffah,apalagi lembaga lembaga yang lain,malah lebih parah lagi.Orang yang mengingatkan untuk menjahui thagut dan mengajak berjihad itu dimarahi dan dikucilkan dari organisasi islam tersebut, ada aja alasannya,katanya karena kamu terlalu keras sehingga banyak staff kami yang tidak suka...emangnya agama itu perkaranya hanya suka atau tidak suka? Islam punya syariat menn...kalau ada orang yang mengingatkan jihad ataupun thogut aja dianggap keras bagaimana nabi ibrahim,yang menghancurkan berhala berhala kaum kafir.apakah nabi ibrahim juga kamu anggap garis super keras?bandingkan aja nabi tuntunan kita, ibrahim, aja seperti itu.tapi kita yang hanya akan mencoba untuk saling mengingatkan dalam kebenaran tauhid aja langsung di cap garis keras.

Dalam surat al-Mumtahanah ayat 4, Allah berfirman:

Sesungguhnya telah ada keteladanan yang baik bagimu pada Ibrahim dan orang-orang yang bersamanya; ketika mereka berkata kepada kaum mereka “Sesungguhnya kami berlepas diri dari kamu dan apa yang kamu sembah selain Allah, kami ingkari (kekafiranmu) dan telah nyata antara kami dan kamu permusuhan dan kebencian selama-lamanya sampai kamu beriman kepada Allah saja” (Qs.al-Mumtahanah:4)

Sayyid Quthub dalam tafsirnya Fi zilalil Qur’an mengatakan, “ayat ini secara tegas menunjukkan putusnya ikatan secara total kepada orang-orang dan siapa pun yang berbeda aqidah. Apa yang dilakukan Ibrahim merupakan sesuatu yang sangat tepat dan langkah strategis menolak semua ajaran sesat, menyimpang dari prinsip-prinsip monoteisme (satu Tuhan) dan ketauhidan. Sikap Ibrahim tersebut sekaligus merupakan ‘ibrah (cerminan) dan qudwah (keteladanan) kepada kita umat Muhammad untuk mengikutinya, bahkan sampai akhir zaman.”
Marilah kita terima kritikan dari orang lain jika hal tersebut sesuai tuntunan sunnah rasul.karena termasuk orang yang sombong adalah orang yang menolak kebenaran.
Tulisan ini khusus ditujukan kepada semua teman teman yang mengaku muslim yang mengimani kebenaran Al-Qur’an dan hadist Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam lagi mengakui adanya hari kiamat dan pembalasan amalan di sana, yang di dunia ini mereka berkecimpung dalam pembuatan hukum dan undang-undang atau penegakannya atau pembelaan terhadapnya atau pemutusan tuntutan, dakwaan dan vonis berdasarkan kepadanya. Teman-teman di antara mereka yang rajin shalat lima waktu,  berjama’ah, shaum Ramadhan sebulan penuh, zakat, haji dan ibadah-ibadah wajib atau sunnah lainnya seraya mengharapkan ridha Allah dengan apa yang mereka kerjakan itu.
            Perhatikanlah uraian saya ini yang tulus tanpa meminta sepeserpun dari anda sekalian, yang sangat peduli terhadap keselamatan anda di akhirat kelak, yang tidak menginginkan amalan ibadah anda itu hilang sia-sia tanpa tersisa di hari saat tidak ada yang berguna selain amalan, kepedulian yang anda balas dengan penyiksaan dan penindasan.(Abkr)
Allahu a'lam

0 komentar:

Poskan Komentar

Jazakallah